Jenazah KMP Tunu Pratama Jaya Kantongi Identitas, Tim DVI Lakukan Pemeriksaan di RSUD Blambangan
February 01, 2026 09:51 PM

​TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Sesosok jenazah yang muncul saat pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya ternyata ditemukan dengan identitas. Bahkan jenazah ditemukan dengan pakaian yang masih lengkap.

Jenazah tersebut ditemukan sekitar pukul 6.30 WIB, Minggu (1/2/2026). Jenazah mengambang di dekat tongkang bercakar Pioner 88 yang beroperasi mengangkat bangkai kapal.

"Jenazah muncul setelah kami mengangkat kendaraan truk," kata Jonathan Chandra, perwakilan PT Buto, perusahaan yang ditunjuk mengangkat bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Minggu (1/2/2027).

Setelah jenazah ditemukan, petugas PT Buto berkoordinasi dengan Satpolairud Polresta Banyuwangi untuk proses evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke tepi pantai wilayah perairan Pulau Bali untuk kemudian dievakuasi oleh aparat Polairud Banyuwangi.

Baca juga: Satu Jenazah Ditemukan saat Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Banyuwangi

Jonathan mengatakan, jenazah yang ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap.

"Masih pakai pakaian dan celana," katanya.

Dalam celana jenazah, juga ditemukan kartu identitas. Soal kesesuaian identitas tersebut, pihak Disaster Victim Identification (DVI) masih akan mengidentifikasi dan memberi keterangan secara resmi setelah hasil keluar.

Saat ini, tim DVI tengah berada di RSUD Blambangan tempat jenazah disemayamkan setelah ditemukan.

Informasi penemuan jenazah tersebut dibenarkan Dirpolairud Polda Jatim Arman Asmara Syarifuddin.

"Iya, kami menerima laporan bahwa telah ditemukan satu jenazah," kata Arman saat dihubungi dari Banyuwangi, Minggu (1/2/2026).

PENGANGKATAN - Tongkang bercakar yang akan mengangkat bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Seorang jenazah ditemukan saat proses pengangkatan bangkai.
PENGANGKATAN - Tongkang bercakar yang akan mengangkat bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Seorang jenazah ditemukan saat proses pengangkatan bangkai. (TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin)

Arman menyebut, jenazah tersebut langsung dijemput dan dievakuasi menggunakan perahu menuju daratan. Jenazah kemudian dibawal ke Kamar Jenazah RSUD Blambangan untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah berada di RSUD Blambangan, penanganan jenazah diserahkan kepada Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.

"Tugas Polairud sebatas melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke RSUD, selanjutnya proses identifikasi menjadi kewenangan DVI," ujarnya.

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.