TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Warga Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap hingga saat ini syok begitu mengetahui sosok pembunuh bocah empat tahun di wilayahnya.
Pelaku adalah remaja pengangguran yang merupakan tetangga keluarga korban.
Warga terkejut karena sejak awal pencarian korban, pelaku pun ikut serta mencari keberadaan si bocah yang awalnya dianggap hilang itu.
Baca juga: Pembunuh Balita di Cilacap Sering Akses Film Porno dari Hp
• Maling Kesakitan Terjungkal ke Selokan di Semarang: Sangkar Hancur, Burung Terbang ke Pemilik
Isak tangis dan rasa tidak percaya menyelimuti warga Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap.
Pencarian terhadap seorang balita perempuan berusia 4 tahun 10 bulan yang hilang sejak Kamis (29/1/2026), berakhir dengan kenyataan pahit.
Jasad bocah malang tersebut ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah karung putih pada Jumat (30/1/2026) pagi, hanya berjarak 20 meter dari rumahnya.
Mirisnya, pelaku merupakan tetangga korban sendiri berinisial GR (20), yang sempat berpura-pura membantu proses pencarian.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Kamis (29/1/2026) sekira pukul 10.00.
Saat itu, korban terakhir kali terlihat mengenakan pakaian bermainnya dan berpamitan kepada sang kakek.
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono menjelaskan, korban sempat pulang ke rumah sebelum akhirnya menghilang.
"Korban sempat pulang ke rumah bertemu kakeknya, bilang mau membeli es dan bermain kembali bersama temannya. Namun sampai sore tidak pulang," kata Kombes Pol Budi seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (1/2/2026).
Korban sebenarnya berniat bermain ke rumah GR karena tersangka memiliki adik yang seumuran dengan korban.
Namun saat itu, rumah dalam keadaan sepi karena adik dan orangtua tersangka sedang pergi ke Purbalingga.
Novi, warga setempat menceritakan bagaimana seluruh lingkungan bergerak mencari keberadaan balita tersebut.
Pengumuman kehilangan bahkan terus dikumandangkan melalui pengeras suara masjid hingga larut malam.
Novi menyebutkan, warga sama sekali tidak menaruh curiga pada rumah kontrakan yang dihuni GR.
Apalagi, pemuda pengangguran itu menunjukkan sikap seolah peduli.
"Bapaknya juga ikut nyari ke sini, keliling-keliling. Semua berharap masih hidup," ujar Novi.
"Semalam juga ikut nyari (pelaku). Makanya tidak ada yang curiga."
"Kami ketok-ketok rumah satu-satu, tapi tidak kepikiran ke sini," tambahnya.
Baca juga: Kasus Mayat Balita Terbungkus Karung di Cilacap Masih Misteri, Polisi: Tak Ada Bekas Luka
• Akses Wisata Wonosobo Makin Lancar, Jalan Rake Kayuwangi Rejosari-Sikatok Diperlebar
Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian, motif tindakan keji ini didasari oleh dorongan hawa nafsu tersangka.
Kepada polisi, GR mengaku sering menonton film porno melalui ponselnya.
Kombes Pol Budi membeberkan bahwa GR secara spontan membujuk korban masuk ke rumahnya.
Saat korban menolak dicabuli dan mulai berteriak, tersangka panik.
"Korban diperintah tersangka membuka celana, namun korban tidak mau, menjerit dan menangis."
"Karena takut diketahui orang luar, korban dibekap," ungkap Kombes Pol Budi.
Tersangka kemudian membawa korban ke kamar mandi dan membenamkan kepala bocah tersebut ke dalam ember berisi air hingga tewas.
Setelah memastikan korban tak bernyawa, GR justru melakukan aksi bejatnya terhadap jasad korban.
Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dibungkus plastik hitam, dimasukkan ke dalam karung putih, dan disembunyikan di dekat kandang burung dara di belakang rumah dengan ditutupi asbes bekas.
Polisi berhasil membekuk pelaku di Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, pada Jumat (30/1/2026) sekira pukul 17.30, hanya beberapa jam setelah jasad korban ditemukan oleh warga yang curiga melihat karung di samping rumah.
Kini, GR telah berada di Mapolresta Cilacap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dia terancam hukuman berat atas dugaan pembunuhan berencana dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. (*)
Sumber Kompas.com
Baca juga: Update Fakta Kasus Korupsi Biji Kakao UGM, Zainal Petir: Saksi Plin-plan
• Bulog Gelontorkan Minyakita di Pati, Hanik: Jadi Penyelamat Dompet Warga