Tragedi Ledakan LPG 12 Kg di Palembang, Korban Meninggal Bertambah Jadi Tiga Orang
February 02, 2026 12:01 AM

 





TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -
Korban meninggal dunia akibat ledakan tabung LPG 12 kilogram di Jalan Ratu Sianum, Lorong Nepos, 3 Ilir Palembang bertambah.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat luka bakar yang cukup banyak di tubuhnya.

Korban meninggal dunia yang dimaksud adalah Umi (54) dengan luka bakar 80 persen usai dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru.

Informasi tersebut diterima dari salah seorang warga sekitar Lilis.

"Innalilahi wainna illaihi rojiun, korban atas nama Umi meninggal dunia di Rumah Sakit sekitar jam 8 malam ini," ujar Lilis, Minggu (1/2/2026).

Umi adalah tetangga dari korban Dewi Rohayati, yang sebelumnya meninggal pada hati Sabtu (31/1/2026) kemarin sore.

"Ibu Umi itu tetangga yang rumahnya di sebelah rumah ibu Dewi," katanya.

Dengan bertambahnya korban, saat ini jumlah korban meninggal dunia menjadi tiga orang. Sebelumnya, korban bernama Dewi Rohayati selaku istri pemilik rumah dan Murni, asisten rumah tangga (ART) meninggal dunia akibat peristiwa itu.

Keduanya mengalami luka bakar hingga 70 persen hingga 80 persen.


Detik-detik Ledakan

Ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram memicu kebakaran rumah di Jalan Ratu Sianum, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang pada Sabtu 31 Januari 2026 siang.

Akibat ledakan itu, sembilan orang yang sedang berada di rumah termasuk anak-anak mengalami luka bakar. 

Berdasarkan rekaman kamera CCTV yang diterima Sripoku.com dan Tribunsumsel.com peristiwa terjadi di Lorong Nepos, dalam rekaman tersebut terlihat kondisi awal, rumah masih normal.

Beberapa detik kemudian dari dalam rumah muncul nyala api disertai suara ledakan yang cukup keras.

Seorang balita yang terlihat berada di luar rumah masuk ke dalam karena kaget dengan suara tersebut.

Ledakan yang keras membuat kaca jendela depan langsung terlepas dan pecah.

Seorang tetangga langsung keluar rumah dan memeriksa kondisi di sebelah rumahnya.

Suasana panik terlihat, setelah sejumlah wanita keluar dan ada korban yang tubuhnya terkena ledakan hingga pakaian yang mengalami kerusakan parah.

Kapolsek Ilir Timur II Kompol M Ismail mengatakan, saat ini ketujuh orang lainnya termasuk balita yang jadi korban masih dirawat di rumah sakit.

"Semua korban luka bakar lainnya masih dirawat di rumah sakit, " ujar Ismail, Minggu (1/2/2026).

Ia menerangkan, peristiwa itu terjadi akibat kebocoran gas elpiji 12 kilogram yang digunakan penghuni rumah, Dewi Rohayati.

"Pemicu ledakan dan kebakaran tersebut berdasarkan informasi dari saksi-saksi tersebut dari kebocoran gas elpiji 12 Kg. Yang sedang digunakan untuk memasak sedekah ruahan malam ini di daerah Bangau," katanya.

(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.