Petugas Pemeliharaan dan Kontraktor Bendungan Temef Sebut Masa Pemeliharaan Tambah Satu Tahun
February 01, 2026 11:19 PM

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE- Bendungan Temef, salah satu dari empat bendungan yang dibangun di NTT, tepatnya berada di Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, hingga saat ini masih dalam proses pemeliharaan. 

Bendungan Temef diresmikan pada tahun 2024 dan seharusnya dalam tahap pemeliharaan hingga Desember 2025. 

Bersumber dari aliran Sungai Benanain, bendungan ini diproyeksikan mampu menampung debit air sejumlah 45 juta meter kubik, dan dapat mengairi 4.500 ha sawah. 

Sumber air baku bendungan ini berkapasitas 131 liter per detik, mereduksi banjir seluas 3.750 ha, dan berpotensi untuk PLTM 1 MW, serta dapat meningkatkan indeks pertanaman dari semula 150 persen menjadi 250 % .

Berdasarkan pantauan POS KUPANG, pada Minggu (1/2/2026), pukul 15.30 wita, ketinggian air bendungan mencapai 370 dari atas permukaan air. Air tampak tenang dan tidak ada aktivitas di dalam tengah bendungan. 

Baca juga: Andhy Radahati: Masa Pemeliharaan Bendungan Temef Diperpanjang 

Beberapa masyarakat yang hendak berwisata, menikmati pemandangan dan suasana tenang dari bagian atas bendungan. Tepatnya pada bagian pelataran, pada bangku yang terbuat dari beton, taman yang dirawat dengan baik. 
 
Petugas POP Bendungan Temef, Andhy Radahati, saat ditemui menyampaikan bahwa masa pemeliharaan bendungan di perpanjangan satu tahun lagi. Hal ini dikarenakan beberapa bagian bendungan yang masih dalam perbaikan. 

"Sebenarnya bulan Desember 2025 kemarin, hanya diperpanjang karena ada beberapa item yang rusak, sehingga sementara dalam tahapan perbaikan, sehingga tambah satu tahun lagi," jelasnya. 

Kerusakan yang dimaksudkan Andhy yaitu terdapat bagian bendungan yang rusak akibat tergerus air, serta dinding bendungan yang sedikit longsor. 

"Waktu bulan kemarin itu dibagian sandaran kiri lantai spillway yang ada tergerus air sudah diperbaiki oleh kontraktor yang menangani bagian tersebut, kemudian longsoran pada dinding kiri bendungan, yang saat ini sedang dalam perbaikan," terangnya. 

Andy Radahati, Kontraktor Pelaksana Waskita dan Jefrianus Rihi, Petugas POP Bendungan Temef usai diwawancarai pada Minggu (1/2/2026)
Andy Radahati, Kontraktor Pelaksana Waskita dan Jefrianus Rihi, Petugas POP Bendungan Temef usai diwawancarai pada Minggu (1/2/2026) (POS-KUPANG.COM/MARIA VIANEY GUNU GOKOK)

 

Ia didampingi Jefrianus Rihi, Petugas POP Bendungan Temef, menggambarkan kondisi air di bendungan saat ini. 

"Untuk air di bendungan saat ini dielevasi 370,78 dari permukaan air. Normalnya biasanya 360 kalau meluap di 375 dan dibuang ke pembuangan kiri," jelasnya. 

Tak hanya sebagai tempat wisata, saat ini bendungan Temef juga telah dimanfaatkan oleh tiga Kabupaten untuk irigasi. Andhy menjelaskan wilayah yang dialiri menunjukkan dampak yang baik pada sektor pertanian. 

"Air sudah mulai difungsikan di tiga kabupaten. Untuk Kabupaten TTS debit air sebanyak 103,13 liter/detik untuk kecamatan Polen dan Oenino. Kemudian untuk Kabupaten TTU di Kecamatan Noemuti Timur, sebanyak 22,83 liter/detik dan Kabupaten Malaka sebanyak 5,04 liter/detik di kecamatan Malaka Tengah. 

Karena biasanya dari musim kemarau kekurangan air, dengan adanya bendungan maka bisa kerja pertanian dengan hasil maksimal. Wilayah ini memang sudah ada irigasi sebelumnya," jelasnya. 

Andhy menggambarkan, apabila masa pemeliharaan selesai bendungan akan dikelola oleh Balai Besar Sungai di Provinsi NTT dibawah Dinas PUPR Provinsi. 

Selain itu ia mengatakan bahwa pipa air baku dan jalur irigasi untuk pemanfaat maksimal bendungan ini telah dilakukan survei namun untuk pengerjaan belum dipastikan waktunya.

Meski begitu, item ini tidak termasuk dalam kegiatan pemeliharaan yang sedang berlangsung. (any) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.