Renungan Harian Kristen 1 Korintus 1:10, Bersatu dalam Tuhan
February 01, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Membaca dan merenungkan Firman Tuhan menjadi kesukaan bagi orang percaya.

Dilakuakn setiap hari akan membuat iman semakin kuat.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul Bersatu dalam Tuhan.

Baca juga: Renungan Kristen Ulangan 31:8, Tuhan Menyertai dan Melindungi

Bacaan Alkitab dalam 1 Korintus 1:10

Jemaat mula-mula di Korintus mengalami pergumulan yang sangat berat baik dari luar, maupun dari dalam.

Korintus menjadi kota yang sangat ramai karena memiliki 2 pelabuhan yang menghubungkannya dengan Eropah dan Asia.

Sehingga dinamika dan berbagai masalah kemasyarakatan sangat banyak.

Termasuk penyakit sosial yang dilegalkan.

Antara lain adanya kuil dewi suci yang melegalkan perbuatan asusila yakni seks bebas.

Bahkan dianggap sebagai suatu yang suci sebagai penyembahan kepada berhala mereka.

Itu adalah tantangan gereja dari luar, pada mulanya berdiri di wilayah Yunani. Belum lagi kejahatan dalam bidang ekonomi, kriminal dan sosial kemasyarakatan lainnya.

Semua ini menjadi hambatan dan tantangan berat yang menggerogoti umat Tuhan.

Mereka menentang ajaran yang benar tentang Kristus yang sering membuat umat yang masih baru tergoncang imannya.

Aliran sesat juga menjadi tantangan pelayanan jemaat.

Namun, tentu ini tidak mengendorkan iman percaya umat yang sudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Sementara dalam kehidupan jemaat, terdapat tantangan yang tidak kalah beratnya yang terjadi yang berasal dari kalangan jemaat itu sendiri.

Sebab ternyata, kehadiran mereka membawa perpecahan di antara umat yang sedang bertumbuh imannya.

Di antara mereka sudah terkotak-kotak atau terpecah menjadi beberapa kelompok jemaat.

Setidaknya terbentuk 4 kelompok pada waktu itu. Yakni kelompok Paulus, kelompok Kefasikan (Petrus), Kelompok Apolos dan kelompok Kristus.

Friksi atau pertentangan di antara mereka terjadi karena masing-masing mengidolakan para penginjil menurut selera mereka.

Inilah yang dikuatirkan oleh rasul Paulus.

Dia tidak mau jemaat yang masih bertumbuh sudah terbelah menjadi kelompok-kelompok yang membuat mereka terpecah belah.

Paulus menasihati jemaat agar tetap seperti semula cara hidup mereka waktu pertama kali mengenal Kristus, yakni hidup dalam kebersamaan.

Dia meminta agar semua jemaat harus memikirkan hal yang lebih utama dalam membangun persekutuan dalam Tuhan Yesus.

Maka dia menasihati jemaat Korintus agar mereka setia Sekata, sehati Sepikir dan selalu erat bersatu dalam persekutuan dengan Kristus. Segala perbedaan dan pertentangan harus dihilangkan dari persekutuan jemaat.

Perpecahan harus ditinggalkan dan mereka harus membangun persekutuan dan pelayanan mereka dalam kebersamaan, sehingga gereja atau jemaat terus bertumbuh dalam Tuhan Yesus.

Paulus mengingatkan ini karena dia sangat mengasihi jemaat Korintus yang sudah dia Injili sejak semula.

Bahkan, meski dia terpisah dari mereka, dia tetap mengirim surat untuk menguatkan mereka agar selalu berpegang erat kepada Kristus.

Malah dia sampai 3 kali menyurati jemaat Korintus.

Namun hanya 2 suratnya yang dikanonkan dalam Alkitab.

Karena itu dia terus berupaya meminta jemaat agar bersatu hati dan teguh dalam iman, hidup dalam kebersamaan dan menjauhkan perpecahan.

Demikian firman Tuhan hari ini.

"Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir." (ay 10)

Sahabat Kristus, perpecahan adalah jalan menuju kehancuran dalam persekutuan jemaat.

Jauhkanlah itu. Jangan menjadi sumber perpecahan atau ikut menjadi bagian dalam perpecahan jemaat.

Bangunlah kebersamaan dalam persekutuan. Perbedaan adalah kekayaan yang harus dihormati, bukan dipertentangkan.

Jangan jadi provokator dalam jemaat karena merasa diri paling benar, tetapi rendah hati dan setialah seperti Tuhan setia kepada kita.

Seia sekata, sehati sepikirlah bersama dalam jemaat. Bergandeng tangan dan eratkan persatuan dalam kebersamaan dengan jemaat. Itu yang berkenan kepada Tuhan dan bersyukurlah dalam segala hal. Maka ke sanalah berkat Tuhan tercurah dengan limpahnya atas kita, karena kita hidup rukun dan damai dalam kebersamaan. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.