SRIPOKU.COM - Praka Hamid Dwi Ismail menjadi salah satu anggota TNI yang gugur ketika terjadi longsor di Cisarua pada 24 Januari 2026 silam.
Anggota TNI yang bertugas di Batalyon 9 Beruang Hitam/Brigif Lampung itu dimakamkan pada Minggu (1/2/2026) siang di TPU kawasan Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung.
Prosesi pemakaman dilakukan secara kedinasan militer.
Kejadian ini bermula ketika Hamid bersama prajurit lainnya tengah menjalani latihan prapenugasan dari Batalyon 9 Beruang Hitam Brigif 4 BS Lampung.
Baca juga: Kesaksian Warga Lihat Detik-detik 2 Prajurit TNI Tertimbun Longsor Cisarua, Sempat Ikut Merangkak
Mereka disiapkan untuk penempatan tugas di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini.
Selain Hamid, satu prajurit Marinir asal Lampung lainnya, Kopda Marinir Randa Pratama, juga telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Desa Mandah, Kabupaten Lampung Selatan.
Secara keseluruhan, terdapat enam jenazah prajurit Marinir asal Lampung yang telah ditemukan dan dimakamkan di berbagai wilayah di Provinsi Lampung.
Empat prajurit lainnya, Praka Muhammad Kori, Serda Sidiq Hariyanto, Pratu Febry Bramantio, dan Praka Ari Kurniawan, lebih dahulu dimakamkan di Bandar Lampung, Lampung Timur, dan Lampung Utara.
Pemakaman Praka Hamid haru biru, sang istri tiada henti menangis histeris.
Hamid meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung empat bulan.
“Dia itu lagi sayang-sayangnya sama istri. Istrinya lagi hamil empat bulan, anak pertama. Lagi senang-senangnya nunggu kelahiran cucu pertama kami, tapi Allah berkehendak lain,” ujar Yulianti, mertua almarhum, dengan suara bergetar, mengutip Kompas.com.
Menurut keluarga, Praka Hamid baru menikah sekitar satu tahun lalu.
Kehidupan rumah tangganya dikenal harmonis, penuh perhatian, dan harapan akan masa depan.
Komunikasi terakhir Hamid dengan keluarga terjadi sehari sebelum bencana longsor itu.
Tak ada firasat buruk, hanya kabar singkat dan doa seperti biasanya sebelum menjalani latihan.
“Terakhir itu cuma bilang minta doa, katanya latihan seperti biasa. Kami tidak menyangka itu jadi kabar terakhir,” tutur Yulianti lirih.