Cara Bocah Enam Tahun Lolos dari Gigitan Buaya, Warga Berharap Puncak Dari Teror Sang Predator
February 01, 2026 11:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Bocah enam tahun selamat dari serangan buaya pada Sabtu (31/1/2026) jelang Magrib.

Bocah yang tinggal di Desa Tanjung Harapan, Nunukan Selatan, Kalimantan Utara itu menderita luka parah di kaki.

Insiden yang hampir menghilangkan nyawanya ini bermula saat korban sedang duduk di teras rumah.

Nahas, ia terjatuh ke dalam air dan langsung diserang buaya.

Baca juga: Buaya Kerap Muncul di Sungai Lesing Musi Rawas, Naik ke Kebun Sawit, Warna Kekuningan Ukuran Jumbo

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, melalui pesan tertulis yangh dikutip dari Kompas.com pada Minggu (1/2/2026) mengatakan kemungkinan besar korban terjatuh karena hendak melihat buaya.

Warga berdatangan begitu mendengar teriakan korban minta tolong.

Sekitar lima menit terjadi tarik menarik, sang predator memutuskan melepaskan mangsanya dan selanjutnya berlari menjauh.

Korban langsung dibawa ke puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Nunukan.

Ketua RT setempat, Habir mengatakan, keberadaan buaya di wilayahnya, menjadi keresahan masyarakat yang mayoritas nelayan dan pekerja rumput laut. 

Kendati demikian, warga takut ditangkap petugas ketika membunuh buaya. 

"Kalau membunuh binatang dilindungi bisa dipenjara. Tapi kalau nyawa buaya dilindungi, masa nyawa manusia tidak. Mana lebih penting," kata Habir.

Baca juga: Kronologi Tiwan Duel Lawan Buaya di Sungai Lesing, Ayunan Arit Lepaskan Gigitan Predator di Paha

Ia menuturkan, peristiwa serangan buaya di sekitar Sungai Mamolok, sudah sangat sering terjadi. 

Bulan Januari 2025 saja, sudah terjadi lima kali serangan buaya. 
Dan ada juga anak anak yang diserang buaya cukup besar, dengan lebar punggung sekitar 60 cm. 

"Tahun lalu juga sering terjadi serangan buaya. Tapi jumlahnya kami tidak hitung. Yang jelas ini sudah menjadi ancaman keselamatan masyarakat," tegas dia. 

Beruntung para korban serangan buaya masih sempat diselamatkan meski mengalami luka tidak ringan. 

"Ini sudah lama menjadi keresahan. Besok akan ada rapat pihak Desa, Kecamatan, melibatkan aparat keamanan dan Anggota DRPD membahas ancaman buaya di wilayah kami. Semoga ada solusi terbaik yang dihasilkan," sebut Habir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.