TRIBUNMANDO.CO.ID- Memiliki sikap optimis dalam diri sangat penting dan berpengaruh terhadap kehidupan.
Kita bisa meminta sikap tersebut kepada Tuhan.
Karena Tuhan Yesus adalah tujuan hidup kita.
Baca juga: Bacaan Alkitab 1 Korintus 13:13, Kasih, Landasan Segala Sesuatu
Mari belajar soal optimis melalui Firman Tuhan.
Berikut renungan harian Kristen bejudul optimis.
Firman Tuhan diambil dalam 1 Samuel 17: 31 - 37
Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." (1 Samuel 17 : 32)
Dalam kehidupan ini, rasa takut, khawatir menghadapi masalah dan persoalan pasti pernah kita rasakan.
Namun rasa optimis karena beriman kepada Tuhan sering membuat kita menikmati kemenangan dari-Nya.
Daud berdiri di hadapan Goliat bukan dengan tubuh besar atau senjata lengkap, tetapi dengan hati yang optimis kepada Allah.
Optimisme Daud bukanlah kepercayaan diri kosong, melainkan keyakinan yang lahir dari pengalamannya berjalan bersama Tuhan.
Daud tahu bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh ukuran musuh, tetapi oleh siapa yang menyertainya.
Ia pernah menghadapi singa dan beruang, dan Tuhan menolongnya.
Dari pengalaman itulah tumbuh iman yang membuatnya berani melangkah maju saat orang lain mundur.
Dalam hidup, kita pun sering berhadapan dengan “Goliat”: masalah besar, ketakutan, kegagalan, atau ketidakpastian masa depan.
Sikap pesimis membuat kita berhenti, tetapi optimisme yang berakar pada iman memberi kita keberanian untuk melangkah. Optimis bukan berarti tidak ada masalah, tetapi percaya bahwa Tuhan lebih besar dari masalah yang kita hadapi.
Inspirasi : Apa “Goliat” yang sedang saudara hadapi hari ini?
Mari belajar dari Daud untuk melangkah maju dengan iman, karena Tuhan yang sama yang menolong Daud, juga menyertai kita.