Tenda Pengungsi Berubah Jadi Kuburan: 7 Orang dari Satu Keluarga di Gaza Dibom Israel
February 02, 2026 01:38 AM

Tenda Pengungsi Berubah Jadi Kuburan: 7 Orang dari Satu Keluarga di Gaza Korban Pengeboman Israel
 

TRIBUNNEWS.COM - Israel dilaporkan terus melakukan pelanggaran gencatan senjata secara berulang di Gaza yang mengakibatkan terus jatuhnya korban jiwa dari warga sipil.

Laporan Khaberni menyebut, dalam sebuah pembantaian terbaru oleh Israel, tujuh anggota satu keluarga tewas akibat pemboman Israel yang menargetkan sebuah tenda yang menampung pengungsi di daerah Asdaa (barat laut kota Khan Younis, selatan Jalur Gaza), pada Sabtu dini hari.

Baca juga: Pakar Militer Israel: Strategi Geng Proksi Gagal, Hamas Masih Menguasai Gaza

"Para korban tersebut semuanya berasal dari keluarga Abu Hudaid, dan termasuk kakek, tiga putranya, dan tiga cucunya," kata laporan tersebut, dikutip Minggu (1/2/2026).

Jumlah korban yang gugur sejak Sabtu subuh hingga Minggu di kota Gaza dan Khan Yunis telah meningkat menjadi 25 orang.

Sembilan warga Palestina tewas dalam pemboman lantai pertama kantor polisi Sheikh Radwan di Kota Gaza.

Kementerian Dalam Negeri di Gaza mengatakan bahwa di antara para korban terdapat empat tahanan dan tiga petugas polisi wanita, selain korban luka dan orang hilang.

Lima warga dari keluarga Al-Atbash, termasuk tiga wanita dan seorang anak, tewas dalam pemboman sebuah apartemen tempat tinggal di dekat persimpangan Al-Abbas di sebelah barat Gaza, sementara lima warga lainnya terluka dalam pemboman sebuah apartemen di pusat kota.

Tujuh warga dari keluarga Abu Hudaid, termasuk seorang kakek, tiga putranya, dan tiga cucunya, tewas dalam pemboman tenda-tenda pengungsi di kota Asdaa, sebelah utara Khan Yunis.

Pagi harinya, pasukan pendudukan membom gedung administrasi kamp Ghaith di Mawasi Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, sementara pasukan pendudukan mengeluarkan peringatan akan melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah.

SASAR WARGA SIPIL - Serangan Israel terhadap sebuah gedung di Kota Gaza. Pada Rabu (19/11/2025), Israel mengklaim serangannya menewaskan komandan batalyon Hamas. Sementara Badan Sipil Gaza menyebut serangan Israel menewaskan 22 warga sipil.
SASAR WARGA SIPIL - Serangan Israel terhadap sebuah gedung di Kota Gaza. Pada Rabu (19/11/2025), Israel mengklaim serangannya menewaskan komandan batalyon Hamas. Sementara Badan Sipil Gaza menyebut serangan Israel menewaskan 22 warga sipil. (Foto arsip RNTV)

Mesir Kutuk Pengeboman Israel

Mesir mengutuk pelanggaran berulang Israel terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza, yang mengakibatkan tewasnya lebih dari 25 warga Palestina.

Kairo menekankan perlunya komitmen terhadap keberhasilan fase kedua rencana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan dalam sebuah pernyataan kalau "pelanggaran-pelanggaran ini memperburuk situasi dan melemahkan upaya untuk menciptakan ketenangan dan memulihkan stabilitas, pada saat pihak-pihak regional dan internasional bekerja sama untuk menjadikan fase kedua rencana Amerika sukses dan untuk menerapkan Resolusi Dewan Keamanan 2803."

Pernyataan itu menambahkan:

"Mesir menegaskan bahwa pelanggaran berulang tersebut merupakan ancaman langsung terhadap proses politik dan menghambat upaya untuk menciptakan iklim yang sesuai bagi transisi menuju fase yang lebih stabil di Jalur Gaza, baik dari segi keamanan maupun kemanusiaan."

Mesir menyerukan kepada “semua pihak untuk sepenuhnya berkomitmen pada tanggung jawab mereka pada tahap kritis ini, untuk menahan diri secara maksimal guna menjaga dan mempertahankan gencatan senjata, untuk menghindari tindakan apa pun yang akan merusak jalan yang ada, dan untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk bergerak maju menuju dimulainya fase pemulihan awal dan proses rekonstruksi.”

 

(oln/khbrn/*)

 

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.