Jakarta (ANTARA) - Pencarian terhadap Ilham Kaulid (22) di aliran kali Cengkareng Drain, Jakarta Barat yang memasuki hari kelima pada Minggu belum menemukan titik terang.
Komandan Peleton Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Koordinator Wilayah Jakarta Barat, Maulana Syahroni menyampaikan, pencarian terhadap korban telah diperluas sampai jarak radius dua kilometer dari titik korban tenggelam.
"Namun, hingga saat ini korban masih belum ditemukan," kata Maulana saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama dalam proses pencarian adalah tingginya debit air seiring memasuki musim hujan, yang menyulitkan tim SAR di lapangan.
Maulana menambahkan, pihaknya mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, yang mengatur bahwa operasi SAR dilakukan maksimal selama tujuh hari.
“Kami merujuk pada UU Nomor 29 Tahun 2014, di mana operasi SAR dilakukan maksimal selama tujuh hari,” ujarnya.
Sebelumnya, Ilham Kaulid (22) dilaporkan tenggelam setelah diduga menceburkan diri ke Kali Cengkareng Drain, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (28/1).
Dalam video amatir yang direkam warga, korban terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan saat berada di tengah aliran kali, sebelum akhirnya tenggelam terbawa arus.
Salah satu saksi mata, Suwarno, mengatakan korban diduga melompat dari jembatan sebelum terseret arus ke tengah kali.
“Awalnya loncat dari jembatan. Setelah lewat jembatan, tahu-tahu dia sudah pegangan tiang di tengah. Saya mau nolong pakai getek, tapi belum sempat, dia sudah lepas. Sudah di tengah, masa saya mau nyebur,” ujar Suwarno.
Menurut dia, korban sempat berupaya menyelamatkan diri meski tidak bisa berenang.
“Dia berusaha menyelamatkan diri sebisanya. Tangannya saja,” katanya.
Suwarno menambahkan, banyak warga berusaha membantu, tetapi tidak berani turun ke kali karena arus yang deras dan berbahaya.
“Warga sebenarnya mau nolong, tapi dia sudah sampai tengah. Arusnya deras, jadi tidak berani turun,” ujar Suwarno.







