Denada Diboikot, Ressa sang Anak Syok Merasa Diteror Omongan Iis Dahlia
February 02, 2026 02:16 AM

POSBELITUNG.CO - Kabar bahwa penyanyi Denada Tambunan di-boikot tv diungkap oleh pihak Ressa Rizky Rossano, sang anak kandung yang merasa ditelantarkan.

Oleh pengacaranya, Ressa disebut syok dan merasa diteror Iis Dahlia karena seolah jadi penyebab Denada diboikot Tv.

Hal ini disampaikan pengacara sekaligus ipar Ressa, Ronald Armada.

Saat tahu Ressa diintimidasi, Ronald kesal.

Sebab kata Ronald, Ressa disalahkan atas diboikotnya Denada dari acara TV.

"Teman-temannya Denada tadi sempat menekan dia (Ressa) secara psikologis, itu tadi saya sedikit jengkel. Dia tadi sempat dikerubungi dan diteror secara psikis menyatakan seakan-akan dia yang salah dalam persoalan ini sehingga Denada tidak mendapatkan pekerjaan karena diboikot," ungkap Ronald Armada dilansir dari tayangan Youtube cumi cumi indigo, Minggu (1/2/2026).

Blak-blakan, Ronald pun menyebutkan teman Denada yang bak meneror Ressa secara psikis.

Dia adalah Iis Dahlia.

Kata Ronald, Iis sempat memojokkan Ressa dan mengatakan seolah-olah Denada diboikot dari TV karena salah Ressa.

"Saya tadi udah mau emosi, apalagi siapa itu, Iis Dahlia ya? saya menyebut nama karena memang itu yang terjadi. Dia entah memberikan kritikan membangun, tapi dia memojokkan Ressa seakan-akan gara-gara dia, akhirnya temannya itu (Denada) tidak dapat pekerjaan," imbuh Ronald.

 Terkait dengan hal tersebut, Ressa membenarkannya.

Ressa pun mengungkap isi perkataan Iis Dahlia yang membuatnya syok.

Ressa lantas kena mental saat dituduh jadi penyebab ibu kandungnya tidak dapat pekerjaan lagi.

"Intinya aja ya, (kata Iis ke Ressa) 'bagaimana pun itu masih darah dagingmu'. Ini enggak saya tambahi enggak saya kurangi (Iis bilang lagi ke Ressa) 'kasihan loh itu diboikot, enggak dapat pekerjaan. (Ressa jawab) 'Kan Ressa enggak minta seperti itu, Ressa enggak minta diboikot'," ujar Ronald.

Marah, Ronald pun menyindir Iis Dahlia yang membela Denada.

Diungkap Ronald, yang harusnya dikasihani adalah Ressa karena ditelantarkan Denada selama puluhan tahun.

"Sekarang saya, tanya, persoalan Denada tidak mendapatkan pekerjaan dan kemudian susah akibat perbuatan ini itu sejak kapan? Dia (Ressa) ini sudah 24 tahun ditelantarkan, tidak dikasih makan sama ibunya, dibuang, tidak dinafkahi, itu harus dia lihat dong," pungkas Ronald.

"Itu makanya ya Allah, tolong lah, itu makanya bu Iis Dahlia tolong sana minggir, lihat itu, kalau sampeyan mau berpikir bijak, tolong sampeyan posisinya imparsial, lepaskan dia sebagai temanmu, andaikan temanmu salah ya salah," sambungnya.

Pengakuan Iis Dahlia

Sementara Ressa merasa terintimidasi dan diteror, Iis Dahlia justru mengurai hal sebaliknya.

Kata Iis, ia senang melihat Ressa kini banyak dapat tawaran pekerjaan.

"Ternyata alhamdulillah dia sekarang banyak berkah, banyak yang ngajakin menawarkan pekerjaan," ungkap Iis Dahlia usai bertemu Ressa.

Tak cuma itu, Iis bahkan bercerita kalau ia sempat mengabari Denada saat bertemu Ressa.

Iis menyebut bahwa Denada senang saat melihat Ressa kini viral.

"Aku juga tadi ngomong sama Dena 'aku tadi ketemu Ressa'. (Kata Denada) 'alhamdulillah mah dia banyak rezeki'," imbuh Iis Dahlia.

Kendati demikian, Iis mengaku tak mau ikut campur dalam urusan Denada dan keluarganya.

Iis hanya memberikan dukungan kepada Denada yang notabene temannya.

"Mudah-mudahan ada solusinya. Pasti nanti ada solusinya. Yang terpenting adalah orang yang enggak tahu jangan sok tahu, biarkan mereka menyelesaikan karena ini urusan pribadi," kata Iis.

Seperti diketahui, Denada akhirnya mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya.

Hal itu disampaikan Denada lewat kuasa hukumnya.

Namun hingga kini, Denada belum menyampaikan klarifikasi langsung terkait isu penelantaran anak.

Sementara itu Ressa dan kuasa hukumnya tetap melanjutkan pelaporan ke pengadilan negeri atas kasus dugaan penelantaran anak yang dilakukan Denada.

Ressa menuntut Rp7 miliar kepada Denada, sang ibu kandung yang diduga telah membuangnya selama 24 tahun.

Denada Kecewa Aibnya Dibuka

Sementara itu,  Denada melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, menyayangkan aksi Ressa yang memilih menceritakan masalah ini di podcast.

Iqbal ingin Denada dan Ressa sama-sama introspeksi diri.

Sehingga, diharapkan nantinya ada komunikasi yang terjalin baik antara Denada dan anak yang baru diakui setelah 24 tahun lamanya.

"Kemarin kan masa mediasi tiga minggu ya lamanya. Nah dalam kurun waktu tiga minggu itu sebetulnya kan aku pengin para pihak ini calling down, introspeksi diri," kata Iqbal dilansir Tribun Medan.

"Ibaratnya ada yang salah ya ayo ditata lagi kan gitu, sehingga nanti ada komunikasi yang baik," lanjutnya.

Menurut Iqbal, Denada juga menyayangkan mengapa masalah keluarga yang sudah masuk ranah pengadilan justru diumbar menjadi konsumsi publik.

"Namun di masa mediasi ini saya penginnya kan kayak masa tenang gitu loh," tutur Iqbal.

"Tapi pihak penggugat malah manuver kayak podcast, ngomong sana sini sehingga ya gimana tujuan mediasinya ya nggak tercapai."

"Sehingga ya kayak Denadanya juga aduh kok gini," sambungnya.

(Tribun Medan/ Tribun Lampung/ Posbelitung.co)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.