TRIBUNTRENDS.COM - Kasus penjual es gabus bernama Sudrajat di Bogor yang sempat menyita perhatian publik kini memasuki babak baru.
Setelah sebelumnya viral karena dituding menjual es gabus berbahan spons dan menuai gelombang simpati, cerita itu justru berujung pada kekecewaan sejumlah pihak.
Salah satu yang secara terbuka menyuarakan rasa kecewanya adalah Deddy Corbuzier.
Ia mengaku merasa tertipu oleh narasi kemalangan yang disampaikan Sudrajat, yang belakangan diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.
Baca juga: Deddy Corbuzier Akui Sudah Resmi Cerai dari Sabrina Chairunnisa Jauh Sebelum Andre Taulany & Tasya
Deddy Corbuzier mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui dugaan ketidaksesuaian cerita tersebut setelah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM.
Melalui pesan singkat, KDM menyampaikan hasil klarifikasi yang dilakukannya secara langsung kepada penjual es gabus tersebut.
Deddy pun menceritakan awal mula dirinya menerima pesan dari KDM, lengkap dengan video yang dikirimkan kepadanya.
“Aduh, aduh, aduh, aduh, bapak Pak, ini ah, aduh. Ya gini aja gua mau ngomongin tentang Bapak penjual es gabus tersebut.
Jadi Pak KDM itu kemarin DM gua dengan isi videonya dia, terus dia ngomong sama gua,” kata Deddy dalam unggahan tersebut.
Dari penjelasan yang diterima Deddy, terungkap bahwa KDM sempat mengonfirmasi langsung sejumlah klaim yang sebelumnya disampaikan Sudrajat ke publik.
Hasilnya, ditemukan banyak keterangan yang dinilai tidak jujur.
Menurut Deddy, cerita soal bantuan yang tidak pernah diterima hingga persoalan ekonomi keluarga ternyata bertolak belakang dengan kondisi sebenarnya.
“Isinya ternyata dengan Pak KDM, semuanya bohong. Bantuan dibilang tidak ada, motor dipakai sama siapa lah, uang sekolah Rp4 juta. Pokoknya kacau,” ungkapnya.
Pengakuan itu menjadi titik balik dari narasi simpati yang sebelumnya mengalir deras dari masyarakat.
Baca juga: Alasan Suderajat Minta Mobil usai Diberi Motor, Sifat Asli Pedagang Es Gabus Terbongkar, KDM Kecewa
Kekecewaan Deddy semakin dalam lantaran ia menilai Sudrajat telah memanfaatkan empati publik demi keuntungan pribadi.
Padahal, sejak kasus tersebut viral, perhatian dan kepedulian warganet terbilang sangat besar.
Menurut Deddy, fenomena seperti ini bukan hal baru di masyarakat, di mana musibah kerap dijadikan celah untuk meraih keuntungan.
“Ah, gitulah masyarakat ya. Kadang-kadang kalau ada musibah ya, lalu akhirnya dipakainya untuk mencari keuntungan, kesempatan dalam kesempitan,” ujar Deddy.
Lebih jauh, Deddy mengingatkan bahwa kejadian serupa bisa berdampak serius terhadap kepercayaan publik.
Jika kebohongan terus berulang, empati masyarakat bisa terkikis, bahkan terhadap mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Ia menegaskan bahwa kebaikan dan kepedulian netizen selama ini tidak seharusnya dikhianati.
“Lama-lama orang nggak percaya lagi loh sama kasus-kasus begini.
Padahal netizen itu sudah baik banget, sudah peduli banget sama Bapak,” pungkasnya.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)