Di Tengah Jajanan Kekinian, Batang Burok Masih Jadi Favorit Warga Pontianak
February 02, 2026 01:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kue tradisional khas Kalimantan Barat, batang burok, tetap diminati warga sebagai oleh-oleh meski jajanan modern kian menjamur di Kota Pontianak, Minggu 1 Februari 2026. 

Batang burok dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional Melayu Kalbar yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). 

Sekilas bentuknya menyerupai risol, namun tidak digoreng, melainkan dikukus bersama kuah santan berbumbu sehingga menghasilkan cita rasa asin, gurih, dan creamy.

Owner Bingke Kamboja Pontianak, Meilisa Ardeani, mengatakan kedekatannya dengan kue tradisional sudah dimulai sejak dirinya masih kecil karena mengikuti sang ibu berjualan menggunakan gerobak.

“Kalau untuk kue tradisional itu, aku sudah dari kecil. Jualannya dulu pakai gerobak, ikut mama. Untuk outlet yang buka setiap hari seperti sekarang sudah jalan 10 tahun,” katanya kepada tribunpontianak.co.id

Menurutnya, batang burok menjadi salah satu produk yang cukup dicari pelanggan meski karakternya berbeda dari kue lain di etalase toko. 

Jika kebanyakan jajanan pasar bercita rasa manis, batang burok justru menawarkan sensasi asin dan gurih.

“Batang burok alhamdulillah banyak peminatnya. Di store kita banyak kue manis, sementara batang burok ini asin, gurih, sedikit creamy. Kalau versi modernnya, ini seperti risol berkuah,” ujarnya.

Baca juga: Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Pontianak Atur Ulang Aktivitas Sekolah

Nama batang burok sendiri berasal dari tampilan kulit luarnya yang tidak mulus. Dalam dialek setempat, kata “burok” merujuk pada bentuk yang jelek atau berkerut, namun justru menjadi ciri khas kue tersebut.

“Disebut batang burok karena bentuknya seperti batang, tapi kulitnya jelek, berkerut-kerut, tidak bagus. Burok itu artinya jelek dalam penyebutan di Pontianak,” jelasnya sambil menunjukkan kulit batang burok.

Ia menambahkan, resep batang burok diperoleh dari proses belajar mandiri dengan bertanya kepada warga generasi lama, kemudian disesuaikan dengan selera masa kini. 

Kuah santan dibuat lebih ringan namun tetap creamy dan dikukus bersamaan dengan kue agar bumbu lebih meresap. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.