SURYA.CO.ID, SURABAYA - Persebaya hanya bermain imbang 1-1 dari tamunya, Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (1/2/2026) malam.
Laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 ini Persebaya sempat unggul lewat gol Rivera menit 23, namun Dewa United bisa menyamakan kedudukan melalui kaki Kafiatur menit 30.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares tidak bisa menyembunyikan kekecewaan timnya gagal menang.
Pasalnya, laga ini Persebaya unggul jumlah pemain sejak menit 37 setelah bek Dewa United, Nick Kuipers mendapat kartu merah.
Namun Persebaya gagal memanfaatkan situasi.
Baca juga: Performa Impresif, Riekerink Pelatih Dewa United Akui Lawan Persebaya Surabaya di GBT Sulit
"Terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang telah datang ke stadion. Suasananya fantastis. Sayangnya, hasilnya bukan yang kami harapkan," kata Bernardo Tavares setelah pertandingan pada media termasuk SURYA.co.id
"Saya menyukai babak pertama. Kami memiliki peluang bagus. Kami bermain cepat. Kami mengoper bola dengan cukup cepat. Transisi ofensif yang bagus, transisi defensif yang bagus," tambahnya.
Namun, situasi ini tidak ditemukan Bernardo Tavares di babak kedua, justru Dewa United yang kalah jumlah pemain menciptakan beberapa ancaman ke gawang Persebaya.
Situasi semakin sulit dihadapi Persebaya, ketika mulai kembali menemukan bentuk permainan.
Dewa United mulai bereaksi dengan mengulur-ngulur waktu.
Banyak pemain Dewa United yang tiba-tiba mengalami cedera, sehingga wasit harus bolak-balik menghentikan pertandingan. Waktu efektif pertandingan semakin berkurang.
"Saya pikir terlalu banyak waktu pertandingan dihentikan dan hanya diberi waktu tambahan lima menit, itu membuat frustrasi. Saya pikir mungkin orang-orang perlu melihatnya," kata Bernardo Tavares.
Meski gagal meraih kemenangan, pelatih asal Portugal itu tetap memberi pujian terhadap perjuangan pemain.
"Saya senang dengan pengorbanan para pemain kami," ucapnya secara tegas.
Ia menilai pemain sudah bekerja maksimal. Namun ia menilai seharusnya pemain bisa bermain lebih cerdas.
"Terkadang kami bekerja lebih banyak dengan hati daripada dengan pikiran," ucapnya.
"Tapi kami perlu bekerja keras karena setelah ini kami akan bermain melawan Bali. Mereka memiliki waktu dua hari lebih banyak untuk mempersiapkan pertandingan ini daripada kami," pungkas Bernardo Tavares.
Kapten Persebaya, Bruno Moreira menyampaikan kekecewaan sama.
"Ini bukan hasil terburuk, tetapi juga bukan hasil terbaik. Kami bermain di kandang di depan pendukung, jadi kami mengharapkan tiga poin malam ini," kata Bruno Moreira.
"Sayangnya kami tidak bisa mendapatkan tiga poin, tetapi seperti yang dikatakan pelatih, setiap pemain sudah memberikan yang terbaik untuk mendapatkan tiga poin," tambahnya.
Satu yang dinilainya menjadi persoalan di laga ini adalah cara untuk membongkar rapatnya pertahanan lawan untuk bisa mencetak gol.
"Dan sekarang, tetap semangat dan bekerja untuk pertandingan selanjutnya agar menjadi lebih baik," pungkas Bruno Moreira.
Hasil imbang ini juga menghentikan rentetan hasil positif Persebaya yang empat laga terakhir secara beruntun menang.
Meski hanya mendapat tambahan satu poin, Persebaya naik satu peringkat ke posisi ke lima dengan poin 32, menggeser Persita yang juga mengoleksi poin 32, namun Persebaya unggul head to head.