BANJARMASINPOST.CO.ID- Jika biasanya camilan amplang identik dengan bahan dasar ikan tenggiri, sebuah inovasi lahir dari tangan dingin Rosidah, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tanahbumbu.
Memanfaatkan kekayaan laut Pantai Sungai Cuka, ia menyulap udang segar menjadi camilan renyah yang mulai mendunia, yaitu Ampuro ( Amplang Udang Rosidah).
Keputusan Rosidah untuk banting setir menggunakan udang sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Faktor geografis dan ketersediaan bahan baku menjadi pemicu utama lahirnya ide kreatif ini.
“Inspirasinya karena nelayan di Pantai Sungai Cuka lebih banyak menghasilkan udang, sementara ikan tenggiri justru sulit dicari. Jadi saya manfaatkan potensi lokal yang ada di depan mata,” ujar Rosidah kepada BPost, Minggu (1/2).
Baca juga: UMKM Kalsel: Amplang Idaman Banjarbaru, Oleh-oleh Cemilan Berbahan Ikan Tenggiri Ada Hingga Bandara
Meski menggunakan udang, Rosidah menjamin kualitas rasa dan tekstur produknya tidak kalah dengan amplang ikan pada umumnya.
Kunci utamanya terletak pada pemilihan bahan baku yang sangat selektif.
Udang yang digunakan harus dalam kondisi segar dan baru diambil dari nelayan sekitar atau pengepul.
Ia menegaskan udang tidak boleh terlalu lama tersimpan di alat pendingin (freezer) demi menjaga kualitas rasa agar tidak amis.
Proses produksinya pun tergolong efisien. Hanya butuh waktu sekitar dua jam dari pengolahan bahan mentah hingga menjadi kemasan siap jual.
Untuk resep, Rosidah tetap setia pada warisan turun-temurun dengan komposisi seimbang. “Perbandingannya satu banding satu antara udang dan tepung. Resep ini yang terus kami pertahankan untuk menjaga cita rasa asli,” tambahnya.
Keberhasilan Rosidah tidak lepas dari pendampingan intensif pemerintah kabupaten (Pemkab). Selain pembinaan usaha, pemkab juga membantu dalam pengurusan legalitas seperti Nomor Induk Berusaha Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (NIB P-IRT0 dan sertifikasi halal untuk menjamin keamanan konsumen.
Kini, Rosidah mulai mengepakkan sayap dengan mengembangkan varian rasa baru seperti pedas dan bawang. Ia berharap Ampuro dapat menjadi ikon oleh-oleh unggulan yang semakin mengharumkan nama Tanbu hingga ke luar negeri. Sementara ini Ampuro telah menjangkau pelanggan di Malaysia.
“Pemasarannya sejauh ini sudah sampai ke Malaysia dan Jakarta melalui sistem online dan reseller. Bahkan, ada juga pelanggan yang membawanya sebagai buah tangan hingga ke Madinah,” ungkap Rosidah.
Baca juga: Frozen Food dan Cemilan UMKM Lokal Kini Ada di 10 Gerai Indomaret Banjar, Bupati Ingatkan Ini
Tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi keluarga Rosidah, usaha ini juga membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu dan warga sekitar.
Rosidah mengungkapkan dalam satu bulan rata-rata produksi Ampuro mencapai 30 kilogram. Dalam proses produksinya, ia melibatkan setidaknya dua tenaga kerja yang merupakan tetangga. Jumlah mereka bisa bertambah saat permintaan atau orderan meningkat.
Usaha ini juga menyerap hasil tangkapan nelayan. “Kami langsung beli dari nelayan sekitar. Ini sekaligus untuk memastikan bahan baku kami fresh,” tambahnya. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri syahrin)