Berteduh di Gubuk Sawah, Seorang Buruh Tani Tewas Tersambar Petir, 5 Rekannya Dirujuk ke RS
February 02, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, BANYUMAS - Tutur, buruh tani warga Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah meninggal dunia, Minggu (1/2/2026) akibat tersambar petir.

Korban mengalami luka bakar serius. Dia dinyatakan meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Baca juga: Petani di Konawe Tewas Disambar Petir, Begini Kronologi Lengkapnya

Sementara lima rekan lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Mereka adalah:

  1. Kartum (warga Gandatapa)
  2. Sulam (warga Gandatapa)
  3. Misrun (warga Desa Susukan)
  4. Komari (asal dari Wonogiri)
  5. Roni Ahmadi (asal dari Wonogiri)
Anggota Brimob yang terluka akibat tersambar petir mendapat perawatan medis di mobil ambulans, Senin (16/12/21019) malam.
Anggota Brimob yang terluka akibat tersambar petir mendapat perawatan medis di mobil ambulans, Senin (16/12/21019) malam. (Surya.co.id/Galih Lintartika)

 

Babinsa Desa Gandatapa, Sertu Teguh Waluyo menceritakan detik-detik petir menyambar ke 6 korban.

Hari itu, Minggu (1/2/2026) sekira pukul 14.30 para buruh tani tengah bekerja di areal persawahan milik Sugiyanto, warga RT 06 RW 06 Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Saat itu wilayah tersebut sedang diguyur hujan lebat disertai kilatan petir. 

Para buruh tani yang masih beraktivitas di lahan terbuka berusaha mencari perlindungan di sebuah gubuk sawah. 

Gubuk adalah tempat tinggal atau tempat berlindung sederhana, kecil, dan seringkali bersifat sementara, yang umumnya dibangun dari bahan-bahan alam (bambu, kayu, atap rumbia) atau material sederhana lainnya. 

Gubuk biasanya terletak di sawah, ladang, atau tepi hutan, gubuk berfungsi sebagai tempat berteduh dari cuaca atau tempat istirahat/menyimpan alat pertanian. 

Namun petir justru menyambar lokasi tempat mereka berteduh.

"Secara tiba-tiba petir menyambar lokasi tersebut. Kelima buruh tani lainnya langsung tergeletak di tanah dalam kondisi tidak sadarkan diri," ujarnya. 

Melihat kondisi korban, warga bersama aparat desa bergerak cepat melakukan evakuasi darurat. 

Para korban dibawa menggunakan tandu menuju Puskesmas Sumbang II untuk mendapat pertolongan pertama.

Karena luka yang dialami cukup parah, seluruh korban kemudian dirujuk ke RSU Margono Soekarjo Purwokerto.

Petir adalah fenomena alam berupa pelepasan muatan listrik di atmosfer yang menghasilkan kilatan cahaya (kilat) dan suara menggelegar (guruh). 

Fenomena ini sering terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan, dan bisa sangat berbahaya jika tidak diwaspadai.

Tips Keselamatan Saat Ada Petir 

  • Hindari ruang terbuka: Jangan berdiri di lapangan atau dekat pohon tinggi.
  • Jauhi benda logam: Termasuk tiang, pagar, atau kendaraan terbuka.
  • Cari tempat aman: Berlindung di dalam bangunan atau mobil tertutup.
  • Matikan perangkat elektronik: Untuk mencegah kerusakan akibat lonjakan listrik.
  • Jangan bersembunyi di bawah pohon: Karena pohon bisa menjadi penghantar petir.

Penulis: Permata Putra Sejati 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.