5 Amalan Penting Sepanjang Malam Nisfu Syaban, Lengkap Jadwal Puasa dan Niatnya
February 02, 2026 01:35 PM

TRIBUNPRIANGAN.COM - Menjelang Ramadan tahun 2026, momen Nisfu Syakban kembali dinantikan.

Adapun Nisfu Syaban sendiri diprediki akan jatuh pada malam ini.

Dimana berdasarkan Kementerian Agama RI, 1 Syakban 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 20 Januari 2026. 

Dengan demikian, malam Nisfu Syakban berlangsung pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Nisfu Syaban sendiri merupakan salah satu malam yang istimewa, sehingga banyak dari mereka yang memanfaatkan momen tersebut untuk beribadah, berdoa dan bermunajat kepada Allah.

Lantas apa saja amalan yang penting dilakukan selama malam tersebut?

Baca juga: Jadwal Puasa Nisfu Syaban 2026 di Kalender Resmi Kemenag

5 Amalan Penting di Malam Nisfu Syaban

  1. Salat Sunnah Malam Hari

Nah Tribuners, amalan yang bisa dilakukan di malam Nisfu Syaban yaitu melaksanakan salat sunnah pada malam hari.

Umat Islam dianjurkan untuk mendirikan slat sunnah malam seperti salat tahajud.

2. Membaca Al Quran

Selain salat sunnah pada malam hari, umat muslim juga bisa amalkan membaca Al-Quran.

Memba Al-Quran memang menjadi salah satu amalan yang sebaiknya dilakukan setiap hari.

Namun pada saat malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak bacaan Al-Quran untuk meningkatkan keimanan.

3. Bersyahadat

Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan dalam kitab Ithmi’nanul Qulub Bidzikri ‘Allamil Guyub bahwa umat Islam dianjurkan untuk banyak membaca dua kalimat syahadat pada bulan Syaban dalam malam pertengahannya.

4. Istighfar

Selain itu, di malam Nisfu Syaban juga bisa amalkan untuk membaca Istighfar.

Minta ampunan kepada Allah dengan cara beristighfar juga sangat dianjurkan saat memasuki pertengahan bulan Syaban.

5. Berdoa

Terakhir, jangan lupa banyak berdoa kepada Allah SWT pada malam Nisfu Syaban karena malam tersebut adalah waktu yang istimewa.

Baca juga: Kapan Puasa Nisfu Syaban 2026 Dilaksanakan? Yuk Cek Jadwalnya di Kalender Resmi Kemenag

Jadwal Puasa Nisfu Syaban

Mengutip buku Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, Rasulullah SAW pun memperbanyak ibadah puasa di bulan Syaban. Salah satu sahabat, Usamah bin Zaid ra. berkata:

"Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa (dengan sunggung-sungguh seperti engkau berpuasa pada bulan Syaban". Kemudian Beliau menjawab,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

"Itu adalah bulan yang sering dilalaikan oleh manusia di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan yang di dalamnya amal-amal manusia dinaikkan kepada Tuhan semesta alam. Maka aku ingin agar amalku dinaikkan sementara aku dalam keadaan berpuasa" (HR. Abu Daud dan Nasa'i).

Akan tetapi, masih dalam sumber yang sama, dijelaskan bahwa tidak ada dalil shahih yang menganjurkan puasa Nisfu Syaban di pertengahan bulan Syaban dengan anggapan bahwa hari tersebut lebih utama dari hari lainnya.

Menurut Drs. E. Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim dalam Panduan Praktis Ibadah Puasa, masih ada beberapa riwayat mengenai malam nisfu syaban yang memiliki banyak penguat, di antaranya yaitu hadits berikut:

يَطَّلِعُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِعِبَادِهِ إِلَّا لِاثْنَيْنِ مُشَاحِنٍ وَقَاتِلِ نَفْسٍ

Artinya: "Sesungguhnya Allah memperhatikan makhluk-makhluk-Nya pada malam nishfu Syaban. Maka Allah mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali dua (golongan) yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh dirinya sendiri" (HR Ahmad).

Sementara dalam buku Kumpulan Tanya-Jawab Bid'ah dalam Ibadah karya Hammud bin Abdullah Al-Mathr, orang yang memiliki kebiasaan berpuasa ayyamul-bidh (setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah), tidak masalah apabila mengerjakan puasa nisfu syaban pada tanggal 15 Syaban.

Baca juga: Jadwal Malam Nisfu Syaban 2026 Versi Kemenag, NU dan Muhammadiyah

Penetapan tersebut sejalan dengan perhitungan kalender Hijriah nasional yang disusun berdasarkan metode hisab dan rukyat. 

Kementerian Agama RI secara rutin merilis kalender keagamaan sebagai acuan umat Islam dalam menentukan hari-hari penting, termasuk Syakban dan Ramadan.

Puasa Nisfu Syakban dikerjakan pada tanggal 15 Syakban. Puasa ini bersifat sunah dan dikerjakan secara individu sebagai bentuk ibadah serta persiapan spiritual menjelang datangnya bulan Ramadan.

Niat Puasa Nisfu Syaban

Jika ingin berniat malam hari sebelum puasa, baca niat berikut,

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu souma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.

Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT."

Tata Cara Puasa Nisfu Syaban

1. Pertama adalah niat sebagaimana telah dipaparkan di atas, yang dapat diucapkan pada saat malam hari. Niat tersebut juga dapat disampaikan di dalam hati.

2. Jangan lupa melaksanakan sahur. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Makan sahurlah, karena sesungguhnya sahur itu mengandung berkah." (HR Bukhori dan Muslim)

3. Saat menjalankan ibadah puasa Syaban dengan menghindari segala bentuk yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum.

Juga dilarang melakukan berbagai bentuk kemaksiatan yang dapat mengurangi atau bahkan menghapus pahala puasanya, seperti ghibah, perkataan buruk, marah, berdusta, dan perbuatan buruk lain.

4. Bersegeralah dalam berbuka puasa ketika datang waktu Maghrib. Ada sejumlah dalil yang menerangkan tentang bersegera buka puasa.

Nabi Muhammad bersabda, "Manusia akan selalu baik selama mereka cepat berbuka." (HR Muttafaq alaih). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.