5 Fakta Asap Kuning dari PT Vopak di Cilegon, 58 Warga Sesak Napas, Ini Kandungan Gas dan Bahayanya
February 02, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kepulan asap kuning-oranye keluar dari PT Vopak Terminal Merak di Lingkungan Kalibiru, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon, Banten, dan sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar pada Sabtu (31/1/2026).

Video kejadian itu sempat viral di media sosial karena disertai bau kimia menyengat.

Pemerintah daerah dan aparat kepolisian segera meninjau lokasi untuk memastikan kondisi aman.

Berikut ini 5 fakta asap kuning-oranye keluar dari PT Vopak Terminal Merak Cilegon selengkapnya.

Wali Kota Cilegon tinjau lokasi

Wali Kota Cilegon, Robinsar, bersama Kapolres Cilegon meninjau lokasi untuk memastikan situasi terkendali.

Dari hasil pengecekan, Robinsar menyampaikan bahwa kondisi sudah aman dan tidak ada kebocoran pipa maupun tangki.

Ia menegaskan bahwa kepulan asap berasal dari reaksi material produksi dan bukan dari insiden kebocoran.

"Pukul 13.30 WIB itu sudah clear, jadi tidak ada (gas keluar).

Dan dipastikan itu bukan kebocoran pipa, ataupun kebocoran dari tangki yang ada.

Nah, itu dipastikan," kata Robinsar melalui keterangan resmi Pemkot Cilegon dikutip dari KOMPAS.COM, Senin (2/2/2026).

Robinsar meminta warga tetap tenang karena situasi telah ditangani pihak perusahaan dan menjadi evaluasi untuk meningkatkan SOP agar kejadian serupa tidak terulang.

"Jadi, kami pastikan ke masyarakat.

Insyaallah sudah aman.

Tapi itu juga jadi evaluasi ke depan.

Saya minta juga tetap dari tim Vopak memastikan bahwa SOP-nya harus ditingkatkan kembali," ungkap Robinsar.

Penjelasan PT Vopak Terminal Merak

PT Vopak Terminal Merak menjelaskan bahwa kepulan asap kuning-oranye bukan akibat kebocoran tangki atau pipa.

Pihak perusahaan menegaskan operasional pabrik tetap berjalan normal dan tidak ada karyawan yang menjadi korban.

Tim tanggap darurat pabrik langsung mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi.

Perusahaan juga menegaskan tidak ada kelalaian SOP dan memastikan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi.

Hal itu disampaikan oleh HRD PT Vopak Terminal Merak Ajeng Yuanita.

"Tidak ada kebocoran dan memang operasional kami berjalan dengan normal, tim tanggap darurat kami juga langsung action, dan juga sudah mitigasi.

Semua sudah tertangani dengan baik," kata Ajeng Yuanita.

Gas Nitrogen Dioksida

Asap tebal berwarna kuning berasal dari reaksi kempu atau sisa-sisa material produksi seperti base oil dan asam nitrat yang tercampur di penampungan.

Asap yang keluar diperkirakan mengandung nitrogen dioksida (NO₂), gas beracun dan korosif yang berwarna cokelat-oranye.

Gas ini dapat mengiritasi saluran napas, memicu serangan asma, menurunkan fungsi paru, dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.

Anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan menjadi kelompok yang paling rentan.

Selain berdampak pada kesehatan manusia, gas ini juga dapat menimbulkan hujan asam, merusak tanaman dan bangunan, membentuk ozon troposfer, serta mengurangi jarak pandang.

Baca juga: Bahaya Asap Kuning dari PT Vopak di Cilegon, Beracun dan Korosif, Merusak Paru-paru hingga Tanaman!

ASAP PABRIK CILEGON - Dampak asap kuning oranye dari PT Vopak Cilegon.
ASAP PABRIK CILEGON - Dampak asap kuning oranye dari PT Vopak Cilegon. (Tribun Trends/tangkapan layar video)

Warga sesak napas

Sebanyak 58 warga yang tinggal di sekitar pabrik melaporkan mengalami sesak napas dan langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. 

Salah satu warga, Rismone Lumban Tobing (52) mengatakan, peristiwa asap tebal berwarna kuning-oranye terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu, warga mencium bau menyengat sebelum gas keluar dari dalam pabrik yang berada tepat di pinggir jalan Raya Cilegon-Merak.

"Saya lihat asap itu, kabur saya kebelakang takut kenapa-kenapa, karena baunya enggak kuat, bau kimia gitu,” kata Rismone kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).

Dikatakan Rismone, kepulan asap pekat yang keluar berlangsung sekitar setengah jam tanpa ada suara ledakan.

"Banyak warga yang ngeluh sesak, langsung dibawa ke Puskesmas," ujar dia.

Kondisi mereka dilaporkan membaik setelah mendapatkan penanganan.

Dalam pemantauan

Pasca kejadian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon memasang empat alat pemantau udara di sekitar PT Vopak Terminal Merak.

Pemasangan alat ini bertujuan untuk memantau kualitas udara setelah munculnya asap kuning.

Kepala DLH menyampaikan bahwa hasil monitoring akan ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah paparan gas bersifat sesaat atau berkelanjutan.

Warga diminta mengikuti informasi resmi dan tetap tenang karena pengawasan terhadap kualitas udara terus dilakukan.

 “Nanti akan kita tindak lanjuti dari hasil monitoring kita dari alat itu, memang apakah sesaat atau memang berkelanjutan,” ujar Kadis LH Cilegon Sabri Mahyudin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.