TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN–TribunBreakingNews- Curahan hati seorang orang tua siswa SMK Negeri 4 Tarakan Kalimantan Utara mendadak viral di media sosial. Unggahan tersebut berisi keluhan kondisi ruang kelas yang dinilai tidak layak dan berdampak pada kesehatan siswa.
Dalam unggahan itu ditulis oleh akun FB Erni Hartati mengaku sebagai orang tua dari siswa kelas X DKV 3 SMKN 4 Tarakan. Di tulisannya, ia menggambarkan kondisi ruang kelas yang di tempati anaknya berdebu, panas dan pengap.
“Sesak nafasku mak, banyak debu, panas dan pengap. Sakit hidung, bersin-bersin karena debu,” demikian keluhan yang disebutnya kerap disampaikan sang anak setiap pulang sekolah.
Menurut Erni Hartati, kondisi tersebut bukan sekadar keluhan biasa. Ia mengaku melihat langsung ruang kelas anaknya yang hanya disekat menggunakan triplek, tanpa ventilasi udara yang memadai.
Baca juga: Meski Ruang Kelas Tergenang Banjir, Siswa di SMPN 3 Tanjung Selor Bulungan Kaltara Tetap Belajar
“Jujur saya sebagai orang tua kaget melihat kondisi sekolah. Satu ruangan tanpa ventilasi, panas, pengap, banyak debu. Dalam hati saya berkata, ya Allah ini sekolah negeri, tapi kurang layak untuk anak-anak,” tulisnya lagi
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan kesehatan siswa dalam jangka panjang. Terlebih, sang anak disebut kerap mengalami gangguan pernapasan akibat debu dan udara pengap di dalam kelas.
Tak hanya itu, Erni Hartati menyinggung kondisi sekolah saat musim hujan. Ia menyebut aktivitas belajar mengajar kerap terganggu karena tempias air hujan, bahkan beberapa kali siswa terpaksa diliburkan.
“Kalau musim penghujan, kadang anak diliburkan karena tempias. Anak dan guru tidak bisa menjalankan aktivitas belajar mengajar,” tulisnya lagi.
Erni mengakui bahwa beberapa fasilitas di SMKN 4 Tarakan memang sudah mengalami pembangunan, seperti ruang laboratorium, kantor, dan toilet. Namun, ia mempertanyakan kejelasan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang sebelumnya disebut-sebut akan dimulai pada tahun 2025.
Baca juga: Empat Ruang Kelas Sekolah Rakyat Tingkat SD dan SMP di Tarakan Sudah Siap, Ada 100 Meja dan Kursi
“Bangunan kelas yang dijanjikan mulai tahun 2025 sampai 2026 ini kok belum nampak. Kapan dibangun? Dan apakah benar akan dibangun?” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, pada rapat orang tua pasca penerimaan siswa baru tahun 2025, pihak sekolah sempat memaparkan rencana pembangunan kelas baru dengan gambaran ruang kelas yang lebih layak.
“Saat rapat, guru sempat membahas pembangunan kelas baru yang katanya dimulai tahun 2025. Melihat gambaran kelas yang indah dan layak, saya sebagai orang tua tentu lega,” tulis Erni Hartati.
Namun memasuki tahun 2026, janji tersebut dinilai belum terealisasi. Hal inilah yang membuat kekhawatiran orang tua terus berlanjut.
“Padahal pembangunan itu bukan proses singkat. Kalau bukan sekarang, kapan lagi dibangun?” ungkapnya.
Dalam unggahannya, Erni Hartati mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab jika kondisi ruang kelas tersebut berdampak pada kesehatan siswa.
“Kalau anak-anak kami ada apa-apa terkait kesehatan yang disebabkan ruang kelas itu, siapa yang mau bertanggung jawab?” tulisnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah