SURYA.co.id, Surabaya - Sebanyak 200 pesepeda siap menaklukkan East Java Journey (EJJ) 2026, event ultra cycling besutan DBL Indonesia lewat Mainsepeda. Mereka akan menjelajahi rute menantang sejauh 1.500 km dan 600 km sekaligus menikmati keindahan alam Jawa Timur
Kali ini East Java Journey 2026 diikuti 200 peserta dari 86 komunitas, 14 provinsi, dan 57 kota di Indonesia. Peserta terbagi dalam dua kategori:
Baca juga: 1500 Cyclist dari 17 Negara Siap Taklukkan Antangin Bromo KOM Challenge X
Rute dirancang untuk memperkenalkan potensi wisata Jawa Timur dengan panorama pegunungan, pantai, hutan, persawahan, hingga ladang minyak tradisional. Medan yang dilalui pun komplet: jalur flat, rolling, gravel, hingga tanjakan tajam.
Beberapa segmen menarik:
Eksplorasi rute dengan pemandangan alam Bondowoso itu sesuai dengan harapan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro.
Wawan yang sempat menjabat sebagai Pj Bupati Bondowoso pernah mempromosikan keindahan alam Bondowoso pada tim Mainsepeda, yang kala itu sempat melakukan audiensi di Kantor Dispora Jatim.
“Saya sering terpapar event Mainsepeda termasuk yang mengeksplorasi kawasan Gunung Ijen dari sisi Banyuwangi, perlu dicoba juga dari sisi Bondowoso. Saya jamin pemandangannya tidak kalah indah,” ungkap Wawan.
Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, menambahkan banyak lokasi indah yang bakal dilewati.
"Jualan kita tahun ini Teksas Wonocolo di Bojonegoro, jadi ini kayak tambang minyak tradisional dan feel-nya seperti ikut Unbound Gravel," kata Founder Mainsepeda, Azrul Ananda.
Peserta EJJ 2026 terdiri dari 200 cyclist, termasuk 14 perempuan dan 4 peserta asing dari tiga negara.
Di kategori 1.500 km ada duet cyclist nasional, Arfiana Khairunnisa dan Ivo Ananda (istri Azrul Ananda).
Sementara di kategori 600 km ada Aude Marie Le Gorec, peserta asing yang sempat menjuarai Banyuwangi Bluefire Ijen KOM. Aude Marie merupakan peserta asal Prancis. Total ada 4 peserta asing dari tiga negara di EJJ 2026 ini.
Peserta mengaku antusias dengan acara ini. Salah satunya adalah Muhammad Ikhwan Dharmawan, cyclist asal Banjarbaru. “Rutenya menarik ya. Bagi yang suka menjelajah seperti saya, pasti lebih tertarik dengan rute yang baru,” katanya.
Dony Febriana, cyclist asal Bogor menambahkan jika sudah dua kali ikut acara ini. “Saya yakin kenapa ikut lagi juga pasti team Mainsepeda selalu menyajikan sesuatu yang beda. Apalagi view-nya banyak yang bagus,” tambahnya.
Jadwal EJJ 2026:
Perjalanan peserta dapat dipantau melalui live tracker di website Mainsepeda.com.