Rangkuman Materi Bab 5 Pendidikan Pancasila Kelas 12 SMA, Nilai Gotong Royong di Masyarakat
February 02, 2026 04:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut rangkuman materi Pendidikan Pancasila untuk SMA kelas 12 tentang "Nilai Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia".

Materi ini dibahas dalam Bab 5 Bagian B buku Pendidikan Pancasila untuk SMA kelas 12 dengan tema "Praktik Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia".

Buku tersebut diterbitkan oleh Kemdikbudristek Republik Indonesia pada tahun 2023 dan tersedia secara daring melalui laman buku.kemendikdasmen.go.id.

Simak ringkasan materinya:

B. Nilai Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia

Gotong royong merupakan nilai penting yang mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Indonesia.

Nilai gotong royong berasal dari budaya luhur yang telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia.

Setiap daerah di Indonesia memiliki istilah tersendiri untuk menyebut gotong royong.

Di Bali, gotong royong disebut Ngayah, yaitu bekerja sama secara sukarela untuk membantu sesama, seperti membantu tetangga atau kegiatan keagamaan.

Di Maluku, gotong royong dikenal dengan istilah Masohi, yaitu sikap saling menolong untuk mencapai tujuan tertentu.

Di Nusa Tenggara Timur, gotong royong disebut Gemohing, yaitu membantu tetangga secara sukarela, misalnya membangun rumah atau mengolah ladang.

Di Sukabumi, Jawa Barat, gotong royong dikenal sebagai Liliuran, yaitu saling membantu dalam mengelola lahan hingga masa panen.

Daerah lain di Indonesia juga memiliki sebutan berbeda untuk gotong royong, seperti Mapalus, Sabilulungan, Batobo, dan lain-lain, tetapi memiliki makna yang sama.

Gotong royong merupakan bentuk kesadaran manusia untuk menjaga kehidupan sosial dalam kebersamaan.

Gotong royong membantu menyatukan keberagaman suku, budaya, dan etnis demi kepentingan bersama.

Keberagaman bangsa Indonesia menuntut adanya sikap persatuan, rasa memiliki, dan saling menghormati.

Gotong royong menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling membantu dan tolong-menolong.

Gotong royong memberikan manfaat bagi setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat.

Gotong royong mengandung nilai-nilai luhur yang telah menjadi bagian dari kepribadian masyarakat Indonesia.

Gotong royong diwujudkan melalui tindakan atau perilaku individu maupun kelompok masyarakat.

Masyarakat melakukan kegiatan bersama secara sukarela demi kepentingan bersama tanpa mengharapkan imbalan.

Nilai-nilai yang terkandung dalam gotong royong antara lain sebagai berikut:

Nilai Kebersamaan
Nilai kebersamaan terlihat ketika masyarakat secara sukarela dan bersama-sama membantu orang lain atau kepentingan umum sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak.

Nilai Persatuan
Kebersamaan dari seluruh lapisan masyarakat menumbuhkan rasa persatuan tanpa membedakan latar belakang, kepentingan pribadi, atau golongan. Rasa persatuan ini menciptakan kekuatan bersama untuk menyelesaikan permasalahan secara adil dengan mengutamakan kepentingan umum.

Nilai Rela Berkorban
Kegiatan gotong royong dilandasi sikap rela berkorban, seperti mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, ide, dan harta. Pengorbanan tersebut dilakukan secara tulus dan tanpa paksaan demi kepentingan bersama.

Nilai Tolong-menolong
Gotong royong bertujuan untuk saling membantu antaranggota masyarakat sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat dan manfaatnya dapat dirasakan oleh orang lain maupun diri sendiri.

Baca juga: Rangkuman Materi Bab 5 Pendidikan Pancasila Kelas 12 SMA, Kerja Sama dalam Bergotong Royong

Sumber:

  • Buku Pendidikan Pancasila SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII, Cetakan Kedua Edisi Revisi 2023
    Penulis: Ida Rohayani, Hatim Gazali, Dwi Astuti Setiawan
    Penerbit: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  • https://buku.kemendikdasmen.go.id/
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.