SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Drama panjang rencana pengambilalihan saham Sriwijaya FC akhirnya terkuak. Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, menegaskan bahwa gagalnya proses take over bukan disebabkan oleh harga jual saham klub, melainkan faktor-faktor non-teknis yang sulit dijelaskan.
“Gak juga sih, kalau angka saya rasa kita open for discussion. Gak matok berapa. Apalagi dengan kondisi sekarang, kita lebih realistis lagi. Semua kan bisa dibicarakan dan sebenarnya calon investor yang kemarin itu sudah gak ada permasalahan soal harga,” ungkap Anggoro Prajesta kepada Sripoku.com.
Pernyataan CEO PT Digi Sport Asia ini sekaligus membantah anggapan publik bahwa Sriwijaya FC memasang harga tinggi sehingga membuat investor mundur. Menurut Anggoro, justru komunikasi dan dinamika internal yang menjadi penghalang utama.
Ia menambahkan, rencana take over yang sempat mencuat di awal tahun 2026 lalu kandas karena terlalu banyak hal di luar aspek teknis.
“Hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Saya gak mau nambah polemiklah. Itu Pak Alex langsung yang komunikasi dengan investor. Bukan saya. Saya gak tahu. Cuma banyak hal non teknis aja,” jelasnya.
Di tengah keterpurukan finansial dan ancaman degradasi, Sriwijaya FC akhirnya mendapat secercah harapan. Baru-baru ini Anggoro Prajesta kembali memberikan kabar baik bahwa dalam waktu dekat akan hadir sosok pengusaha asli Sumatera Selatan yang siap mengambil alih kepemilikan klub kebanggaan masyarakat Wong Kito.
"Yang akan mentake over Sriwijaya FC ini orang asli Sumsel. Bisa disebut Dewa Penyelamat SFC segera tiba," ungkap Anggoro Prajesta kepada Sripoku.com, Kamis (29/1/2026) malam.
CEO PT Digi Sport Asia Anggoro Prajesta mengatakan calon pemilik baru Sriwijaya FC ini nantinya bakal menjadi Presiden Klub Laskar Wong Kito yang baru kedepannya.
"Insya Allah akan diperkenalkan sebagai Presiden Klub Sriwijaya FC. Ya beliau akan menggantikan posisi Bapak Achmad Reza Widjaja, S.E," kata Anggoro yang kesehariannya berprofesi advokat.
Dengan bakal adanya pemilik yang baru, Anggoro Prajesta mengaku belum tahu apakah dirinya masih akan terlibat di Sriwijaya FC lagi untuk menyelesaikan sisa laga kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 nantinya.
"Saya gak tahu dilibatkan lagi atau tidak. Kalau beliau masih minta saya, saya gak nolak. Tapi kan saya gal menyodorkan diri. Kalau ada yang lebih mampu, silahkan,: kata Anggoro Prajesta yang mengaku terlanjut jatuh cinta dengan Sriwijaya FC.
Meski belum bisa menjelaskan secara gamblang sosok misterius pengusaha asli wong Sumsel yang bakal mentake over Sriwijaya FC, namun Anggoro menyebut calon pemilik yang baru ini telah paham betul dengan Elang Andalas.
"Saya masih belum bisa menyebutkan siapa beliau. Yang pasti beliau ini tahu, paham betul dengan Sriwijaya FC," katanya.
Anggoro belum bisa memastikan ketika ditanya apakah kehadiran pemilik baru ini bepeluang bisa menyelamatkan Sriwijaya FC untuk tetap bertahan di kompetisi Pegadaian Championship musim depan, alias selamat dari degradasi.
"Kalau selamat dari degradasi gak tahu ya hitungannya. Kita lihat nanti beliau ini masuknya kapan. Mudah-mudahan bisa segera," pungkasnya.
Sebelumnya Anggoro Prajesta berharap ada penyelamat yang bakal membantu Sriwijaya FC agar masih bisa bertahan menyelesaikan kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.
Anggoro Prajesta blak-blakan mengaku sempat hitung-hitungan sebelum memberangkatkan tim Sriwijaya FC ke Serang untuk menjalani laga pamungkas putaran kedua ini.
"Saya telpon-telponan dengan Pak Eko (Manajer Tim Sriwijaya FC Eko Saputro). Saya ada budget cuma segitu. Saya pikir. Hitung-hitungan juga sih, kalau naik bus sekian, naik pesawat sekian. Ya margin-margin tipis sampai kita perhitungkan, sepeser dua peser. Keadaannya memang begini, pakai uang pribadi kita-kita. Beneran, demi Allah, gak ada duit dari Digi, Pak Alex sudah stop," ungkap Anggoro Prajesta.
Pasca owner PT Digi Sport Asia Alexander Rusli yang juga Komisaris Utama PT SOM tak lagi mendanai kebutuhan Sriwijaya FC per 31 Desember 2025, Anggoro mengaku diirnya harus mengeluarkan kocek pribadinya.
"Sebagian besar saya, Pak Eko juga ada bantu. Mbak Fide walaupun udah gak manajer tim lagi, seadanya saja sih kalau ada ya bantu. Ya uda. Saya gak tahu sampai kapan ini. Uang saya juga terbatas. Saya masih bingung bagaimana caranya. Mudah-mudahan ada penyelamat," katanya.
Baca juga: Kiper Muda Sriwijaya FC Pilih Bertahan Demi Latihan Ekstra, Tunda Pulang ke Aceh
Anggoro Prajesta tak mau disebut dirinya ketiban sial lantaran kini harus sendirian menjalani konsekuensi mengurusi tim Sriwijaya FC asuhan coach Budi Sudarsono saat ini.
"Sebenarnya gak ada sesuatu yang sial. Ini kan konsekuensilah. Konsekuensi yang gak pernah saya bayangkan. Niat di awal kan tahulah. Saya kan niatnya ngebantu Pak Alex. Digaji enggak, keluar duit pribadi iya. Padahal kalau dipikir, saya gak ada darah Sumatera Selatan secuilpun. Cuma rasa cinta saya aja pada klub ini. Cuma itu doang," katanya.
Menurutnya Sriwijaya FC yang punya nama besar dan pernah mengharumkan nama Sumsel dan persepakbolaan tanah air, patut untuk diperjuangkan.
"Kalau dibilang masak baru sebentar dibilang cinta? Ya itulah hati. Saya merasa ini klub masih patut diperjuangkan. Tapi dengan seluruh kemampuan yang saya punya. Kayak samurai Jepang ajalah. Berjuang sampai titik darah penghabisan. Kalau perlu kamikaze, kamikazelah," pungkasnya.