PLN Kurangi Porsi Saham di IBC Jadi 7,5 Persen, MIND ID Kini Mayoritas
kumparanBISNIS February 02, 2026 06:57 PM
PT PLN mengurangi porsi saham di PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC). Saat ini, Holding BUMN Pertambangan MIND ID memegang saham mayoritas IBC.
Saat dibentuk pada 2021, IBC merupakan konsorsium BUMN yang terdiri dari MIND ID, PT Aneka Tambang (Antam), Pertamina New & Renewable Energy (NRE), dan PT PLN, masing-masing dengan porsi kepemilikan 25 persen.
Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif mengatakan saat ini porsi kepemilikan PLN di IBC berkurang dari 25 persen menjadi 7,5 persen. Sisa saham yang dilepas PLN tersebut diambil alih oleh MIND ID.
"Masih ada, 7,5 persen sekarang. Dibandingkan waktu awal, ya memang sudah berubah," ungkap Aditya kepada wartawan di kompleks parlemen, Senin (2/2).
Namun, Aditya belum bisa menjelaskan dengan rinci alasan perubahan kepemilikan saham di tubuh IBC tersebut. "Kalau itu mohon ditanyakan kepada para pemegang saham. Kalau saya kan penerima mandatnya," ujar Aditya.
Perbesar
Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif, Senin (2/2/2026).
Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR, Aditya menjelaskan saat ini MIND ID menjadi pemegang saham mayoritas IBC sebesar 67,5 persen, usai mencaplok 17,5 persen porsi kepemilikan yang dilepas PLN.
"Saat ini Group MIND ID memiliki mayoritas saham di IBC melalui Antam dan Inalum dengan masing-masing kepemilikan sebesar 33,75 persen. Kemudian Pertamina melalui Pertamina Power Indonesia atau Pertamina NRE sebesar 25 persen, dan PLN sebesar 7,5 persen. Meskipun demikian hingga saat ini tidak ada entitas pemegang saham yang menjadi pemegang saham pengendali di IBC," ungkap Aditya.
Aditya menjelaskan IBC sebelumnya dibentuk dengan tujuan pemilik rantai pasok dapat berkontribusi di dalam industri baterai, sehingga porsi saham setiap entitas dibagi dengan rata.
"Hanya saja seiring berjalannya waktu, sekarang mayoritas dimiliki oleh MIND ID Group melalui Inalum dan Antam. Sehingga tadi sebetulnya sejalan, bahwa memang yang memiliki bahan baku ini sekarang sudah berkontribusi di dalam IBC sebagai pemilik atau shareholder dari IBC," terang Aditya.
Aditya menuturkan saat ini posisi IBC merupakan anak usaha BUMN yang fokus pada pengembanan industri dan investasi ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
"Mengapa juga harus dibentuk anak BUMN untuk itu tidak bisa Antam misalnya langsung masuk ke sana, karena memang secara DNA bisnisnya pun berbeda. Jadi DNA industri baterai ini masuk ke kategori industri teknologi tinggi, sehingga memang diperlukan adanya specific expertise di situ," tutur Aditya.