Jokowi Mati-matian Buat PSI, Sindiran 2 Politisi PDIP: Level Terendah Pertahankan Kekuasaan Keluarga
February 02, 2026 10:11 PM

 

TRIBUNJAKARTA.COM - Dua politikus PDI Perjuangan Guntur Romli dan Ferdinand Hutahaean menyidir pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi menegaskan dirinya akan bekerja mati-matian untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Jokowi menyampaikan pernyataan tersebut dalam  Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). 

Sedangkan, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menekankan tekadnya untuk memenangkan partainya di Pemilu 2029.

Bahkan putra bungsu Jokowi ini bertekad mengerahkan seluruh daya upaya guna memenangkan partainya tersebut.

"Tadi saya lihat sebelum pidato saya yang sebelumnya, ada yang mau kerja keras, ada yang mau mati-matian, ada yang mau habis-habisan," kata Kaesang.

"Kalau saya sebagai Ketua Umum, saya akan peras semua darah saya untuk memenangkan PSI. Siap semua? Mari kita menangkan pemilu di 2029 nanti," sambung Kaesang saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). 

Sindiran Guntur Romli

Ucapan Jokowi yang menyatakan Jokowi akan bekerja mati-matian untuk PSI mendapatkan kritik keras dari Politikus PDIP Guntur Romli.

Menurut Guntur, pernyataan Jokowi tersebut bertentangan dengan sikap dan ucapan Jokowi sendiri selama ini. 

Pasalnya, Jokowi pernah menyampaikan akan kembali ke Solo dan menjadi rakyat biasa setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. 

“Artinya, apa pun yang diomongkan oleh Jokowi, publik tidak perlu menghiraukan karena omongan itu akan dilanggar sendiri olehnya,” kata Guntur dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com.

Guntur melihat  komitmen Jokowi untuk bekerja mati-matian demi PSI menunjukkan kepentingan politik keluarga, bukan kepentingan publik. 

Terlebih, PSI saat ini dipimpin oleh putra Jokowi, Kaesang Pangarep. “Jokowi mau mati-matian bekerja untuk partai yang dipimpin oleh anaknya sendiri, alih-alih demi rakyat, bangsa, dan negara. Bukankah ini level terendah, mati-matian untuk mempertahankan kekuasaan keluarganya sendiri,” ujarnya. 

Selain itu, Guntur juga menyoroti batalnya pengumuman Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, meskipun sebelumnya isu tersebut sempat ramai disampaikan ke publik. 

“Jokowi tidak jadi diumumkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI yang sebelumnya digembor-gemborkan lewat gimik. Ini menunjukkan Jokowi sendiri tidak yakin dengan masa depan dan kekuatan PSI,” kata Guntur.

Kritik Keras Ferdinand Hutahaean

Sedangkan, politikus PSI Ferdinand Hutahaean melihat Jokowi dan PSI sangat serius mempersiapkan Gibran Rakabuming Raka menjadi kompetitor Prabowo Subianto pada Pemilu 2029.

"Dan Jokowi dengan PSI-nya juga sangat serius sekarang sedang menekan bahkan memberikan ancaman secara politik kepada Prabowo Subianto," kata Ferdinand dikutip dari akun Youtubenya, Senin (2/2/2026).

Ferdinand Hutahaean mengungkapkan publik mengetahui dukungan Jokowi kepada Prabowo pada Pilpres 2024.

Ia menduga utang budi itulah yang dihitung oleh Jokowi untuk terus menekan Prabowo Subianto agar terus mengikuti keinginannya.

Dimana, kata Ferdinand Hutahaean, Jokowi ingin menjadi Gibran sebagai wakil presiden pendamping Prabowo hingga 2034.

"Dan akhirnya nanti 2034 Gibran running sebagai calon presiden dan akan menjadi presiden berikutnya. Ini adalah rancangan politik yang tak akan bisa dibantah oleh PSI maupun Jokowi," katanya.

"Apakah akan menerima ketika Prabowo ditekan secara halus seperti ini meskipun itu sebuah ancaman halus tapi sangat tajam akan menerima situasi itu," sambung Ferdinand.

Ferdinand pun menuturkan bila menjadi pendukung Prabowo maka dirinya akan melakukan perlawanan politik.

"Karena bagi saya menjadikan Gibran sebagai pemimpin masa depan negara ini sama saja menghantarkan bangsa Indonesia kepada kehancuran yang sangat dalam," ucapnya.

Pidato Jokowi

Hal itu disampaikannya dalam pidato saat penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Claro Hotel Makassar, Sulawesi Selatan, hari ini, Sabtu (31/1/2026).

Dalam pidatonya, Jokowi menyatakan kesanggupan untuk turun langsung ke seluruh provinsi, bahkan hingga ke tingkat kabupaten, kota, dan kecamatan.

“Kalau diperlukan, saya harus datang. Saya masih sanggup ke provinsi, kabupaten, bahkan kecamatan. Semua saya sanggup,” tegas Jokowi di hadapan ribuan kader PSI.

Jokowi menekankan pentingnya penguatan jaringan politik hingga ke akar rumput.

Menurutnya, jika PSI ingin menjadi partai besar, maka struktur organisasi harus dibangun dari kota hingga desa, bahkan sampai ke RT dan RW.

“Target PSI besar. Kalau targetnya besar, mesinnya juga harus besar, kuat, dan hidup,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menegaskan kesiapannya bekerja keras, bahkan mati-matian, untuk mendukung PSI.

Pernyataan tersebut disambut sorak-sorai dan yel-yel ribuan kader yang hadir.

“Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI? Saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI!” seru Jokowi, disambut teriakan “Jokowi! Jokowi! Jokowi!” dari para kader.

Kehadiran Jokowi di Rakernas PSI sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap partai yang kini dipimpin oleh putranya, Kaesang Pangarep.

Sementara itu, Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, mengatakan posisi Jokowi yang secara formal belum berada dalam struktur PSI, namun dinilai telah menyampaikan sinyal politik yang jelas kepada para pendukungnya.

“Nah, pernyataan-pernyataan Pak Jokowi tadi meskipun secara formal beliau belum berada di PSI,” ungkap Raja Juli Antoni dikutip dari Tribun Timur.

“Tapi bagi saya itu cukup eksplisit ya, mengundang para relawan Pak Jokowi di seluruh Indonesia mengundang para apa yang sering disebut sebagai Jokower, Jokowi lover, para pecinta Pak Jokowi, para pemilih Pak Jokowi untuk segera berbondong-bondong masuk ke PSI,” tambah dia.

PSI, kata dia, membuka berbagai jalur partisipasi bagi masyarakat yang ingin bergabung.

“daftar secara online bisa, atau daftar menjadi pengurus, menjadi relawan, jadi relawan di TPS,” kata dia.

Lebih lanjut, ia kembali menegaskan bahwa meski belum resmi secara legal-formal, pesan yang disampaikan Jokowi dinilai sudah berupa ajakan terbuka kepada para pendukungnya.

“Karena sekali lagi, pernyataan tadi secara eksplisit, meskipun secara legal-formal beliau belum berada di PSI,” ujarnya.

“Tapi sudah menghimbau, menghimbau kepada seluruh pendukung Pak Jokowi, kepada seluruh yang merasa Pak Jokowi selama 10 tahun berhasil memimpin negeri ini segera mungkin bergabung dengan PSI,” tambah dia.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: PSI Jakarta Targetkan Lengkapi Struktur hingga Tingkat RW, Respons Arahan Kaesang di Rakernas 2026
  • Baca juga: Soal Pilkada Tidak Langsung, PSI Jakarta Ikut Sikap Kaesang: Satu Suara dengan Rakyat
  • Baca juga: Tawuran Masih Terjadi di Jakarta, PSI Tagih Hasil Pendekatan Humanis Gubernur Pramono
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.