TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada perdagangan Senin (2/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 406,87 poin atau 4,88 persen ke posisi 7.922,73.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang perdagangan kemarin, IHSG bergerak pada rentang 7.820,22 hingga 8.313,05.
Adapun total volume transaksi saham di BEI mencapai 49,64 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 28,34 triliun.
Baca juga: IHSG Kembali Ambles, OJK: Indeks Regional Juga Minus, Tolong Jangan Panik
Sebanyak 720 saham melemah, 58 saham menguat dan 36 saham stagnan.
Di tengah kejatuhan IHSG, investor asing justru masih mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 654,94 miliar di seluruh pasar.
Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Senin:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 427,48 miliar
2. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) Rp 158,04 miliar
3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 133,47 miliar
4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 123,72 miliar
5. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 94,53 miliar
6. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 77,11 miliar
7. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 72,76 miliar
8. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 71,77 miliar
9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 67,86 miliar
10. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 66,63 miliar
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut sentimen pertemuan BEI dengan MSCI turut menjadi faktor yang membuat investor berhati-hati.
“Pasar masih wait and see terhadap agenda BEI dan MSCI terkait reformasi transparansi pasar modal, di tengah tekanan dari saham konglomerasi serta emiten berbasis emas yang terkoreksi seiring turunnya harga emas dunia,” ujar Herditya.
Ia menambahkan, secara teknikal IHSG masih rawan terkoreksi meski terdapat peluang penguatan terbatas pada perdagangan berikutnya.
“Untuk Selasa, IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support di 7.828 dan resistance di 8.031,” katanya.
Adapun saham yang dapat dicermati antara lain PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) di kisaran Rp8.150-Rp8.350, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di Rp6.425-Rp6.850, serta PT Jasa Marga (Persero) JSMR di Rp3.650-Rp3.680.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menyampaikan, menilai tekanan jual masih akan dominan.
“IHSG masih bertahan di atas MA200 di sekitar 7.786. Selama masih berada di bawah 8.000, peluang pengujian area support tersebut masih terbuka,” jelasnya.
Untuk perdagangan hari ini, Alrich merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indofood CBP Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, saham yang diborong berasal dari emiten dengan profil bisnis bagus.
"Kami aktif partisipan membeli saham-saham yang cash flow-nya bagus, profil bisnis bagus, valuasi baik, dan juga perlu likuiditas yang baik," katanya di gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Pandu menilai banyak saham-saham di BEI yang menarik bagi Danantara, terutama jika dilihat dari valuasinya.