Dubes RI untuk UEA Dukung Peran Indonesia dalam Zayed Award, Kehadiran Megawati Patut Dibanggakan
February 03, 2026 06:30 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, ABU DHABI - Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UEA), Judha Nugraha menyebut kehadiran Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di forum Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia (Zayed Award for Human Fraternity) merupakan hal yang patut dibanggakan.

Dubes Judha menegaskan dukungannya terhadap peran Indonesia dalam rangkaian Zayed Award, termasuk kehadiran Megawati. 

Baca juga: Nobel Perdamaian Asia Zayed Award dan Ujian Pelaksanaan Pemilu 2024 Damai

"Tentu kita sangat mendukung sekali peran serta lebih lanjut Indonesia dalam berbagai macam kegiatan Zayed Award for Human Fraternity," kata Dubes Judha usai menerima kunjungan Megawati di kantor Kedutaan Besar RI untuk UEA di Abu Dhabi, Senin (2/2/2026) sore waktu setempat. 

Ia menerangkan Zayed Award for Human Fraternity merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah UAE, dan menjadi salah satu bentuk penghargaan kepada insan-insan pejuang isu kemanusiaan. 

Adapun pada tahun 2024, Megawati merupakan salah satu juri dari Zayed Award tersebut. 

 

PESAN MEGAWATI - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menuliskan pesan dalam buku tamu saat menyambangi Wisma Duta atau rumah dinas Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) di KBRI UEA, Jalan Al Yaqout, Al Rawdah, Abu Dhabi, Senin (2/2/2026)/ dok. PDIP - Monang Sinaga
PESAN MEGAWATI - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menuliskan pesan dalam buku tamu saat menyambangi Wisma Duta atau rumah dinas Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) di KBRI UEA, Jalan Al Yaqout, Al Rawdah, Abu Dhabi, Senin (2/2/2026)/ dok. PDIP - Monang Sinaga (HO/IST)

 

Pada tahun itu, pemenang penghargaan Zayed adalah dua organisasi keagamaan terbesar Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. 

Penghargaan kepada NU dan Muhammadiyah ini kata Judha, menjadi cermin bahwa upaya keduanya dalam bidang kemanusiaan diakui secara internasional. 

"Ada dua pemenang, yaitu Muhammadiyah dan juga Nahdlatul Ulama. Tentu ini merupakan kebanggaan bagi kita karena organisasi Islam yang ada di Indonesia juga diakui melakukan berbagai macam kegiatan kemanusiaan dan ini sudah diakui secara internasional," ucap Dubes Judha.

Sebagai informasi, Megawati mulai tanggal 3 hingga 6 Februari akan mengikuti berbagai program kegiatan yang digelar oleh Zayed Award di Abu Dhabi.

Kehadiran Megawati dalam forum ini lantaran Presiden ke-5 RI tersebut pernah menjadi dewan juri Zayed Award Tahun 2024. 

Kala itu Megawati menjadi dewan juri bersama sejumlah tokoh, yakni:

Sekjen Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Rebeca Grynspan Mayufis; 

Ketua Komisi AS untuk Kebebasan Beragama Internasional, Rabi Abraham Cooper; 

Eks Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova; 

Sekjen Zayed Award For Human Fraternity, Mohamed Abdelsalam; 

Pemimpin Prefektur Emeritus dari Dikasteri Tahta Suci untuk Gereja Oriental, Kardinal Leonardo Sandri.

Tinjau Ruang Pelayanan Publik

Sebelumnya Megawati yang tiba sekitar pukul 16.37 waktu setempat di KBRI yang terletak di satu kawasan kompleks kedutaan berbagai negara, di Jalan Al Yaqout, Al Rawdah, Abu Dhabi, disambut oleh Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha dan jajaran staf KBRI. 

Dalam momen kunjungan ini, turut mendampingi Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri Ahmad Basarah dan Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi.

Megawati juga menyalami satu per satu jajaran staf KBRI yang menyambut ketibaannya, dan memberi kesempatan foto bersama. 

Dalam kunjungan ini Judha mengajak Megawati dan rombongan berkeliling meninjau ruang pelayanan publik. 

Putri sang proklamator banyak menerima penjelasan dari Dubes Judha soal bagaimana pelayanan KBRI UEA kepada warga negara Indonesia (WNI) yang memerlukan bantuan.

Selanjutnya Judha mengajak Megawati dan rombongan untuk berbincang di rumah dinas Dubes RI yang terletak persis di sebelah kantor KBRI. 

Mereka berdialog selama satu setengah jam, membahas berbagai topik. 

Dialog yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat, berakhir sekitar pukul 18.25.

"Presiden Kelima Republik Indonesia telah berkunjung ke KBRI Abu Dhabi. Kami memperkenalkan KBRI Abu Dhabi dan Ibu berkenan untuk meninjau gedung KBRI Abu Dhabi beserta ruang pelayanan publik. Tempat kita memberikan pelayanan kepada warga negara kita, baik itu pelayanan administrasi kekonsuleran maupun juga penanganan-penanganan kasus yang menimpa warga negara kita," kata Judha selepas pertemuan.

Eks Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI ini menyebut, Megawati menekankan soal bagaimana kedutaan dapat memberi pelayanan terbaik bagi WNI di UAE. 

Megawati kata Judha, juga menegaskan pentingnya mengingat sejarah bangsa Indonesia, dan menumbuhkan rasa nasionalisme kepada para WNI untuk mendukung proses pembangunan di tanah air.

Pada kesempatan tersebut Megawati turut menyampaikan apresiasi atas kinerja KBRI UEA seraya mengingatkan untuk terus menjaga kualitas layanan publik kepada para WNI.

"Bukan hanya penanganan kasus, tapi tentu juga berbagai macam bentuk pelayanan. Mulai dari pelayanan paspor, visa, dan lain sebagainya. Sehingga warga negara kita merasa terlayani dengan baik di UAE ini," ucap dia.

Lebih lanjut, dialog juga membahas perihal kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Judha menjelaskan perkembangan situasi, dan Megawati memberikan pandangannya terhadap isu tersebut.

Salah satu yang ditekankan adalah bagaimana KBRI selaku perwakilan RI di UAE dapat tetap fokus meningkatkan kerja sama di kawasan.

"Termasuk juga tentunya bagaimana kita bisa melihat suasan dan situasi geopolitik kita di Timur Tengah ini, dan bagaimana kita juga tetap bisa fokus meningkatkan kerja sama yang baik. Baik secara khusus di UAE, namun juga secara kawasan Timur Tengah," kata Judha.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.