WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan RI menerbitkan surat edaran kewaspadaan virus Nipah menyusul temuan kasus di India. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan hingga kini belum ada kasus terdeteksi di Jakarta, namun langkah antisipasi sudah disiapkan bersama Dinkes.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah pada 30 Januari 2026.
Melalui surat edaran tersebut, Kemenkes mengimbau para Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Kepala UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas, serta kepala laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia untuk melaksanakan langkah-langkah antisipatif terkait potensi penularan virus Nipah.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di wilayah Jakarta.
Ia menegaskan Pemprov DKI telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengantisipasi potensi risiko.
Baca juga: Dinkes DKI Imbau Waspada Virus Nipah, Menular dari Hewan ke Manusia dan Bisa Fatal
“Yang virus Nipah, sekali lagi Alhamdulillah sampai hari ini di Jakarta belum ditemukan yang terkena virus Nipah,” kata Pramono di kawasan Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).
Pramono mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait kewaspadaan terhadap virus tersebut.
Ia juga telah meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan secara maksimal.
“Kemarin waktu berkomunikasi dengan Bapak Menteri Kesehatan, mudah-mudahan Jakarta segera mengantisipasi itu. Dan saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera mengatasi, menangani itu,” ujarnya.
Menurut Pramono, Jakarta harus bersikap lebih tanggap terhadap berbagai potensi penyakit menular, termasuk virus Nipah maupun penyakit lain yang sempat menjadi perhatian, seperti leptospirosis atau kencing tikus.
“Mudah-mudahan Jakarta lebih tanggap, karena persoalan yang menyangkut virus Nipah, terus kemudian yang kemarin kencing tikus dan sebagainya, mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta,” katanya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan dini terhadap berbagai penyakit menular.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah, menyusul peringatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait potensi penularan penyakit zoonotik berbahaya tersebut.
Ani menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antar manusia, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.
Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara serius oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Virus Nipah adalah penyakit zoonotik berbahaya. Penularannya bisa terjadi dari hewan ke manusia maupun antar manusia, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” ujar Ani saat dikonfirmasi Wartakotalive.com, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Waspada Virus PPR: Pintu Masuk Daging Kambing dan Domba dari Asia Tenggara Diperketat
Ia menambahkan, penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah.
Selain itu, risiko penularan juga bisa berasal dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita.
Terkait gejala, Ani menyebutkan bahwa pada tahap awal penderita umumnya mengalami demam, sakit kepala, dan nyeri otot.
Namun, dalam kondisi tertentu, gejala dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak (ensefalitis) yang berakibat fatal.
Untuk mencegah penularan, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan pangan, mencuci buah sebelum dikonsumsi, serta menghindari konsumsi buah yang terbuka, rusak, atau diduga terpapar gigitan kelelawar.
Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan kontak dengan hewan yang sakit.
“Jika mengalami gejala setelah melakukan kontak berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tegas Ani.
Dinkes DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk melakukan pemantauan serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi penyebaran virus Nipah.(m27)