TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mulai tanggal 3 hingga 6 Februari 2026 akan mengikuti berbagai program kegiatan yang digelar oleh Zayed Award di Abu Dhabi.
Kehadiran Megawati dalam forum ini lantaran pernah menjadi dewan juri Zayed Award Tahun 2024.
Baca juga: Megawati dan Dubes Judha Berdialog 1,5 Jam di KBRI UAE: Persoalan WNI hingga Geopolitik Timur Tengah
Kala itu Megawati menjadi dewan juri bersama sejumlah tokoh lainnya, yakni:
Zayed Award for Human Fraternity adalah penghargaan internasional tahunan yang diberikan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Penghargaan ini diberikan untuk menghormati individu maupun organisasi yang berkontribusi besar dalam memajukan perdamaian, solidaritas, dan persaudaraan manusia di seluruh dunia.
Penghargaan ini dinamai sesuai pendiri UEA, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan.
Zayed Award biasanya diumumkan bertepatan dengan International Day of Human Fraternity setiap 4 Februari.
Baca juga: Ahmad Basarah Ungkap Peran Megawati di Zayed Award hingga Jadi Kunci Kemenangan NU & Muhammadiyah
Zayed Award for Human Fraternity didirikan tahun 2019, sebagai tindak lanjut dari Document on Human Fraternity yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb di Abu Dhabi.
Tujuannya untuk menghargai upaya nyata dalam membangun koeksistensi damai, dialog antaragama, serta kerja sama lintas budaya.
Nama ZAyed Award mengambil nama Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri UEA, yang dikenal sebagai tokoh perdamaian dan pembangunan.
Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah menjelaskan secara historis, penghargaan ini didirikan pada 4 Februari 2019, menandai pertemuan bersejarah di Abu Dhabi antara Imam Besar Al-Azhar, Profesor Ahmed Al-Tayeb, dan Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus.
Puncak dari pertemuan bersejarah tersebut adalah penandatanganan 'Dokumen tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama' (Document on Human Fraternity).
Basarah menjelaskan bahwa dokumen yang ditandatangani saat kunjungan kepausan pertama ke Semenanjung Arab ini menyerukan orang-orang di seluruh dunia untuk berkomitmen pada nilai-nilai perdamaian.
"Sejak 2021, penghargaan ini terbuka untuk nominasi global bagi siapa saja yang berupaya memperkuat hubungan antarmanusia, mengatasi perpecahan, dan membangun komunitas yang tangguh. Inilah semangat yang dibawa Ibu Megawati, dan inilah alasan mengapa NU dan Muhammadiyah dinilai sangat layak menerimanya pada tahun 2024 lalu," urai Basarah.
Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah mengungkap makna kehadiran Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), selaku mantan anggota Dewan Juri Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF) atau Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia.
Menurutnya, kehadiran Megawati dalam ajang tersebut sebagai bagian dari tokoh penting dalam menentukan penerima penghargaan bergengsi di periode sebelumnya.
Peran Megawati dinilai krusial sebab punya andil besar dalam perjuangan dan diplomasi, sehingga dua organisasi Islam terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, berhasil terpilih sebagai pemenang.
Hal ini diungkapkan Basarah saat mendampingi Megawati berkunjung ke kantor Kedutaan Besar RI untuk UEA, di Abu Dhabi, Senin (2/2/2026) sore waktu setempat.
"Ibu Megawati dengan sangat meyakinkan memperjuangkan NU dan Muhammadiyah di hadapan dewan juri internasional lainnya. Beliau memaparkan bukti nyata bagaimana kedua organisasi ini menjadi pilar perdamaian, toleransi, dan persaudaraan kemanusiaan di Indonesia, bahkan dunia," kata Basarah.
Ia menjelaskan kemenangan NU dan Muhammadiyah untuk kategori organisasi kemasyarakatan (civil society organization) di tahun 2024 bukan sekadar pengakuan simbolis.
Sebab hadiah pemenang sebesar 1 juta dolar AS juga digunakan untuk kemaslahatan umat dan program kemanusiaan.
"Atas perjuangan tersebut, NU dan Muhammadiyah menerima hadiah sebesar 1 juta dolar AS yang digunakan untuk kemaslahatan umat dan program kemanusiaan. Ini adalah bukti konkret diplomasi total Ibu Mega untuk bangsa," ucapnya.
Penulis: (Tribunnews.com/Danang Triatmojo/Wik)