BANGKAPOS.COM--Penyanyi Denada Tambunan akhirnya secara terbuka mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya.
Pengakuan ini disampaikan melalui video Instagram yang diunggah pada Senin (2/2/2026). Sejak itu, Denada mengganti bio Instagramnya dengan inisial RR, merujuk pada nama sang putra.
Ia juga menjelaskan sejumlah keputusan pribadinya yang belakangan menjadi sorotan publik, termasuk alasan mengapa ia tidak membesarkan putranya.
Berikut beberapa poin penting dalam pengakuan Denada:
Dalam video berdurasi 2 menit 42 detik, Denada secara tulus meminta maaf kepada Ressa atas keputusan pribadinya yang membuat mereka tidak hidup bersama.
“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandung saya. Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya, dan saya minta maaf,” ungkap Denada.
Denada mengaku bahwa kondisi psikisnya yang tidak stabil menjadi salah satu alasan ia belum bisa membesarkan Ressa sejak kecil.
Ia menyesali keputusan tersebut dan berharap Ressa memahami situasi yang membuatnya sulit menjadi ibu bagi anaknya.
Keputusan untuk tidak membesarkan Ressa tersebut, menurut Denada, disebabkan karena kondisi psikisnya yang tidak baik.
Sehingga ia membutuhkan waktu lama untuk mengakui bahwa Ressa adalah darah dagingnya, sebuah keputusan yang sangat ia sesali.
"Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya sejak dia masih bayi,” katanya.
Lebih lanjut, Denada berharap permintaan maafnya diterima oleh Ressa.
Ia ingin membangun kembali hubungan sebagai ibu dan anak, meskipun merasa belum sepenuhnya layak menjalani peran sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya.
Pengakuan Denada ini sekaligus menjadi klarifikasi atas sorotan publik terkait hubungannya dengan Ressa, sekaligus menjadi langkah pertama untuk memperbaiki komunikasi dan hubungan keluarga.
Enrico Tambunan, adik Denada mengaku kecewa dengan tantenya, Ratih Puspita Dewi.
Kekecewaan itu berkaitan dengan sosok ayah Ressa Rizky Rosano (24), anak kandung Denada.
Diakui Enrico, ia baru mengetahui jika Ressa adalah anak dari kakak kandungnya sendiri, Denada.
Melalui video yang ia unggah di Instagram, Enrico mengaku baru tahu Ressa adalah anak Denada pada Juni 2025.
Saat itu dirinya diberi tahu langsung oleh Ratih, tante Denada yang selama ini merawat Ressa.
Namun Enrico mengaku kalau saat ini dirinya sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan Ratih.
Enrico juga mengaku sedih mendengar pernyataan Ratih di podcast yang mengaku tahu siapa ayah kandung Ressa.
"Saya sungguh sangat amat sedih karena waktu saya nonton podcast tante mengatakan tante tahu siapa bapaknya, tapi tante tidak mau omongin," kata Enrico.
Sebagai adik, Enrico memang baru tahu kalau Ressa adalah anak kakaknya.
"Jadi saya tidak tahu bahwa Ressa adalah anak Mba Dena pada waktu itu, mungkin karena saya tidak tinggal di Indonesia, kalapun saya ke Indo saya tinggal di rumah papah, keluarga papa tidak ada yang tahu juga," jelas Enrico.
Enrico sudah mencoba mencari tahu siapa ayah biologisnya, namun menurut dia Ratih enggan memberi tahu.
"Juni 2025 saya baru dijelaskan sama tante. Waktu itu dia tidak mau menjelaskan lagi," tuturnya.
Bahkan saat Enrico mencoba bicara pada Denada, sang kakak juga tidak pernah mau membuka masa lalunya itu.
"Kalau saya bicara dengan kakak saya, saya pun jadi kasihan, saya tidak tahu terjadi apa dulu itu," kata dia.
Meski begitu, Ressa masih ingat siapa pria yang jadi kekasih kakaknya saat itu.
"Saya bisa mungkin meraba-raba kira-kira siapa orangnya, antara yang mana dengan yang mana. Tapi kan tentunya saya tidak tahu secara pasti, karena saya tidak di Indonesia," jelasnya.
Menurut Enrico, Denada langsung sedih setiap kali ditanya soal ayah kandung Ressa.
"Tapi setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih langsung. Seperti orang yang PTSD, langsung seperti orang yang mukanya sedih, campur marah, gak mau omongin," katanya.
"Seperti ada rasa sakit hari yang luar biasa, setiap saya mencari tahu siapa ayahnya," tambah dia.
Kini Enrico pun mengaku kecewa pada tantenya karena malah menyudutkan kakaknya, dan tidak menyerang ayah kandung Ressa.
"Kekecewaan saya yang luar biasa, kalau di podcast itu tante bilang tahu siapa bapaknya, kenapa yang tante serang adalah malah keponakan sendiri, bukan orang lain, yang justru dialah bapaknya, dia lah harusnya yang memberikan nafkah utama, kalau menurut saya, yang bertanggung jawab," beber Enrico.
Menurut dia, Denada juga merupakan korban karena ditinggalkan oleh laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab itu.
"Sekarang sudah kakak saya ditinggalin, kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa, dan sekarang dijatuhkan lagi, bukan malah dilindungi," katanya.
Ia pun mendesak sang tante untuk mengejar ayah biologis Ressa.
"Kalu tante tahu laki-lakinya siapa, harusnya yang diserang laki-laki itu, dan keponakan justru dilindungi," katanya.
"Seharusnya kita mempertanyakan laki-laki ini di mana, kenapa dia tidak bertanggung jawab," tandas Enrico.
Meski begitu, ia mengaku bisa menebak siapa pria yang dekat dengan kakaknya saat itu.
"Saya hanya bisa menebak-nebak waktu itu kakak saya lagi deket sama siapa. Dan karena saya tidak di Indonesia, jadi saya tidak tahu persis," katanya.
"Jadi kalau memang tante tahu, tante serang orang itu, jangan serang keponakan sendiri," tegas Enrico lagi.
Kemunculan Enrico tak lepas dari konflik panjang yang belakangan mencuat ke ruang publik, terutama setelah Denada mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya.
Polemik tersebut turut menyeret nama mendiang Emilia Contessa, ibu Denada sekaligus ibu Enrico.
Enrico pun merasa perlu memberikan sikap.
Ia menilai, meski Denada kini telah mengakui Ressa sebagai anaknya, seharusnya tidak ada lagi pernyataan yang menyinggung atau bernada negatif terhadap Emilia Contessa.
Sebagaimana diketahui, Emilia Contessa merupakan ibu dari Denada dan Enrico.
Dengan demikian, Ressa Rizky Rossano adalah cucu dari mendiang Emilia Contessa.
Menurut Enrico, sikap tersebut perlu dijaga terlebih karena Emilia Contessa telah meninggal dunia.
Ia menegaskan bahwa tidak pantas membicarakan hal-hal yang berpotensi menjelekkan sosok yang sudah tiada.
Pernyataan Enrico disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @enricotambunan, pada Senin (2/2/2026).
"Harusnya tidak perlu menjelek-jelekkan seorang yang sudah meninggal," kata Enrico.
Lebih lanjut, Enrico berharap Ressa Rizky Rossano dapat bersikap lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapatnya ke publik, mengingat persoalan keluarga yang sensitif dan penuh emosi.
Dalam unggahan yang sama, Enrico juga menyampaikan pesan bernuansa adat Batak sebagai bentuk penghormatan dan sikap hormat kepada keluarga besar.
"Teman-teman, mohon didengarkan secara utuh ya. God bless you :)"
“Tulang, Nantulang (penghormatan tertinggi dari seorang Batak yang disampaikan kepada paman/bibinya), kami menyembah (menaruh hormat) sepenuhnya kepada kalian, dengan memberikan kepala kami serta sepuluh jari kami.” tulis Enrico.
Hingga kini, konflik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano masih menjadi sorotan publik.
Sejumlah anggota keluarga pun mulai menyampaikan sikap masing-masing demi meluruskan pandangan yang berkembang di masyarakat.
.
Editor: Candra Isriadhi