Benarkah Hujan-hujanan Bikin Anak Sakit? Ini Fakta Medisnya
kumparanMOM February 03, 2026 01:57 PM
Banyak orang tua melarang anak hujan-hujanan karena takut sakit. Padahal, menurut Dokter Spesialis Anak yang juga Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Air hujan pada dasarnya tidak langsung menyebabkan anak sakit. Bahkan, hujan-hujanan kerap dianggap aman dan bisa memberi manfaat, seperti membuat anak lebih ceria, meningkatkan aktivitas fisik, hingga dipercaya membantu pembentukan daya tahan tubuh. Meski demikian, orang tua tetap perlu memiliki kewaspadaan tinggi.
“Namun kita tetap harus waspada tinggi. Karena memang si hujan ini dengan kelembapan yang tinggi, sampai bahkan bisa 90% kalau di negara tropis. Kemudian adanya genangan air, perubahan suhu yang drop, itu sebetulnya menciptakan lingkungan hidup mikroorganisme yang bagus sekali. Jadi tidak secara langsung memang si air hujan yang membuat sakit,” ucap Prof. Anggraini dalam webinar bersama IDAI, Senin (2/2).
Perbesar
Anak main hujan. Foto: Shutter Stock
Bukan Mitos, Ini Alasan Musim Hujan Jadi Puncak Infeksi Anak
Selain itu, kualitas air hujan juga perlu diperhatikan, terutama di wilayah perkotaan. Air hujan dapat mengandung zat kimia hasil pencemaran udara, seperti partikel karbon, silika, dan fly ash (abu terbang) yang mengikat molekul dalam air hujan.
Tak hanya itu, terdapat pula kandungan asam nitrat yang terbentuk akibat asap pabrik atau erupsi gunung berapi, serta asam sulfat yang jika berlebihan dapat mengganggu sistem pernapasan. Di daerah pantai, air hujan juga mengandung kadar garam yang lebih tinggi.
“Jadi yang namanya uap air, air hujan tentunya di kota, di pantai, di pedesaan, bahkan pagi, siang, malam, itu bisa berubah-ubah,” sambungnya.
Perbesar
Prof. Dr. dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K) - Dokter Spesialis Anak yang juga Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI. Foto: Dok. Pribadi
Jadi, tak heran jika musim hujan sering menjadi puncak meningkatnya berbagai infeksi. Kelembapan yang tinggi membuat mikroorganisme berkembang lebih cepat, ditambah genangan air yang menjadi sarang penyakit. Salah satunya adalah nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah.
“Aedes aegypti itu maunya yang di air yang “bersih”, dia nggak mau air tanah. Artinya genangan air di talang air, kemudian di daun-daunan, itu sangat mungkin di plastik, sangat mungkin menjadi tempat perkembangbiakan dari nyamuk,” tegasnya.
Perbesar
Ilustrasi hujan deras. Foto: Shutterstock
Bahkan risikonya akan semakin besar ketika daya tahan tubuh menurun. Aktivitas di air banjir atau genangan air kotor, terutama jika terdapat luka kecil di kulit, dapat menjadi pintu masuk kuman. Selain itu, cuaca dingin saat hujan membuat orang cenderung berkumpul di ruangan tertutup dengan ventilasi yang kurang baik, sehingga penularan penyakit, khususnya melalui saluran pernapasan, menjadi lebih mudah.