TRIBUNJATIM.COM - Kurang lebih empat jam lamanya, PJ (69), seorang pria lansia di Kawasan Lapangan Kridosono, Kabupaten Blora diperiksa oleh Polisi.
PJ menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Blora, Senin (2/2/2026).
Pemeriksaan terhadap pria lanjut usia tersebut berlangsung selama empat jam, mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.
Petugas polisi menyampaikan bahwa pelaku telah mengakui kesalahan dan menyatakan siap bertanggung jawab.
PJ (69), terduga pelaku penendang kucing di kawasan Lapangan Kridosono, Kabupaten Blora, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Di hadapan petugas, PJ mengakui seluruh kesalahannya dan menyatakan kesiapan untuk menanggung beban tanggung jawab atas aksi yang dilakukannya.
"Saya minta maaf dan mohon ridhonya, saya mengakui kesalahan, siap bertanggung jawab, dan apapun permintaan dari pemilik kucing seperti apa," jelas PJ saat ditemui di Polres Blora, Senin (2/2/2026), dikutip TribunJatim.com dari Tribunnews.com, Selasa (3/2/2026).
Farida sempat menceritakan konfrontasinya dengan pelaku saat kejadian.
Saat ditanya alasan menendang, pria tersebut justru memberikan respon emosional dan ancaman fisik.
"Pas aku tanyain kenapa dia nendang kucingku dia malah ngepelin tangannya mau ninju aku sambil bilang 'kenopo emang'? Dia juga nantangin suruh bawa ke ranah hukum," tulis Farida.
Farida juga menyayangkan sikap pelaku yang diketahui merupakan pensiunan hukum.
Menurutnya, sebagai manusia seharusnya pelaku memiliki hati dan empati.
Baca juga: Presiden Prabowo Ungkit Kondisi Rumah Radio Bung Tomo: Apakah Masih Ada?
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin membenarkan penanganan kasus tersebut.
Pihaknya tengah menindaklanjuti dan memanggil pemilik kucing untuk dimintai keterangan.
"Kami tindaklanjuti dengan mengklarifikasi atau memintai keterangan pemilik kucing dan membenarkan kejadian tersebut," jelasnya.
Menurut AKP Zaenul, meski pelaku sudah meminta maaf, proses hukum terus berjalan.
Penyelidikan tetap dilakukan untuk mendalami unsur pidana dalam kejadian viral tersebut.
Sebelumnya, video kekerasan terhadap hewan ini viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @faridaarz pada Minggu (1/2/2026).
Video tersebut telah ditonton jutaan kali oleh warganet.
Dalam video itu, tampak seekor kucing bernama Mintel yang sedang berjalan santai bersama pemiliknya tiba-tiba ditendang oleh seorang pria bertopi yang sedang berlari.
Setelah ditendang, kucing itu spontan kaget dan melompat-lompat.
Farida, pemilik akun sekaligus pemilik kucing menjelaskan kronologi kejadian sebenarnya berlangsung pada Minggu (25/1/2026).
Akibat tendangan keras tersebut, kucing bernama Mintel itu stres dan akhirnya mati.
Baca juga: Dapur Jadi Arang, 3 Motor Milik Warga Selorejo Blitar Ludes Terbakar Akibat Bara Api Tungku
Penyiksaan terhadap kucing lainnya juga terjadi belakangan ini.
Tengah viral di media sosial aksi diduga karyawan kafe buang kucing ke dalam karung.
Kucing itu disebut dibuang dalam kondisi hidup.
Dalam postingan yang viral, peristiwa ini terjadi di lingkungan salah satu kafe di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat.
Setelah ditelusuri, berdasarkan keterangan salah satu pekerja yang tengah melakukan perbaikan, saat ini kafe tersebut tengah kosong lantaran libur.
Baca juga: Sosok Wanita Menyusup ke 100 Pesta Pernikahan Demi Beri Makan 120 Kucing Liar, Isi Amplop Rp235 Ribu
Berdasarkan pantauan di lokasi, tak ada kendaraan terparkir di depan kafe tersebut, begitu pula dengan aktivitas kafe di dalamnya.
Hanya terlihat dua pekerja bangunan yang mengaku tengah memperbaiki sesuatu.
Tim redaksi juga sempat mengonfirmasi melalui direct message akun media sosial Instagram kafe yang dimaksud, tetapi belum ada jawaban dari admin IG kafe tersebut.
Tapi, dalam unggahan di media sosialnya, pihak kafe tersebut menyampaikan permohonan maaf terbuka yang mengatasnamakan manajemen dan pemilik.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui media sosial Instagram-nya, pihak kafe mengaku bahwa tindakan tersebut merupakan kelalaian yang terjadi di area kafe tersebut.
"Kami pihak manajemen dan owner ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang menimpa seekor kucing. Peristiwa ini adalah bentuk dari kelalaian kami dan kami sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di area usaha kami," demikian pihak kafe.
Mereka juga menyatakan memahami kemarahan serta kekecewaan masyarakat, khususnya para pecinta hewan dan menerima kritik yang muncul sebagai bentuk kepedulian publik.
"Kami sangat menyesal karena telah terjadi perlakuan yang tidak layak terhadap makhluk hidup. Kami memahami kemarahan dan kekecewaan masyarakat, khususnya para pecinta hewan, dan kami menerima semua kritik sebagai bentuk kepedulian," lanjutnya.
"Sebagai tindak lanjut, manajemen mengaku telah melakukan evaluasi internal serta mengambil langkah tegas dengan memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) terkait penanganan hewan di area kafe."
Seluruh tim juga akan dibekali pelatihan khusus agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Sebagai bentuk tanggung jawab, kami telah melakukan evaluasi internal dan mengambil tindakan tegas serta memperbaiki SOP penanganan hewan di area kafe agar kejadian serupa tidak pernah terulang kembali. Seluruh tim juga akan mendapatkan pembekalan khusus terkait penanganan situasi serupa ke depannya."
"Kami berkomitmen untuk menjadi tempat yang lebih bertanggung jawab, tidak hanya bagi pengunjung, tetapi juga bagi lingkungan sekitar dan makhluk hidup di dalamnya. Sekali lagi, kami memohon maaf atas kesalahan kami dan berterima kasih atas semua masukan yang telah diberikan," demikian pihak kafe.