TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan sebanyak 100 warga dapat diberangkatkan untuk bekerja di Jepang pada 2026.
Target tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kokusai Jinzai Support (KJS) yang berlangsung di ruang rapat Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, Selasa (3/2/2026).
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyampaikan Pemkot Serang berkomitmen membuka akses kerja ke luar negeri bagi masyarakat, khususnya ke Jepang.
“Tahun ini kami menargetkan minimal 100 warga Kota Serang dapat diberangkatkan untuk bekerja di Jepang,” ujar Agis.
Ia menjelaskan kerja sama antara Pemkot Serang dan LPK KJS telah berjalan hampir empat tahun.
Dengan pengalaman tersebut, pihaknya optimistis target pemberangkatan pada tahun ini dapat terealisasi.
Sementara itu, Direktur LPK KJS, Dita Widya Oktavia, mengungkapkan kebutuhan tenaga kerja di Jepang saat ini didominasi oleh sektor pertanian, caregiver (perawat lansia), otomotif, serta ground handling bandara.
Namun, permintaan terbesar masih berada pada sektor caregiver dan pertanian.
Baca juga: Pemkot Serang Gratiskan Tagihan PBB Dengan Nilai Pajak Nol hingga Rp50 Ribu, Berikut Penjelasannya
Untuk dapat bekerja di Jepang, calon pekerja diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang minimal level 4 dari total lima level yang tersedia.
Selain itu, peserta juga harus memiliki sertifikat Specific Skill Worker (SSW) sesuai bidang pekerjaan yang dilamar. Sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Japan Foundation.
“Dukungan pemerintah meliputi proses rekrutmen, sosialisasi, hingga kerja sama teknis lainnya,” kata Dita.
Ia menambahkan, rata-rata gaji pekerja migran di Jepang berkisar Rp27 juta per bulan, bergantung pada sektor pekerjaan.
Untuk sektor caregiver, umumnya berada di bawah angka tersebut, sementara pada sektor lain gaji bisa mencapai atau bahkan melebihi nominal tersebut.
Lebih lanjut, Dita menjelaskan bahwa saat ini proses pelatihan masih dilaksanakan di Tangerang Selatan.
Namun, pada tahun ini pihaknya mengupayakan agar pelatihan dapat diselenggarakan langsung di Kota Serang.
Selama empat tahun kerja sama berlangsung, tercatat sebanyak 40 hingga 50 warga Kota Serang telah diberangkatkan untuk bekerja di Jepang.
Para peserta dibekali pelatihan bahasa, keterampilan teknis sesuai bidang kerja, serta pembentukan karakter dan budaya kerja Jepang melalui sistem disiplin di asrama.