Kapan Awal Puasa Ramadhan 2026, Diprediksi Minggu ke-3 Bulan Februari
February 03, 2026 12:37 PM

BANGKAPOS.COM -- Kapan awal puasa Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah. 

Puasa Ramadhan 2026 diprediksi akan dimulai pada minggu ke-3 Februari. 

Namun terkait jadwal dan tanggal pastinya masih belum ditetapkan pemerintah. 

Baca juga: Arti Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammadin Thibbil Qulubi, Sholawat Syifa untuk Orang Sakit

Meski begitu, pihak Muhammadiyah sudah memiliki jadwal terkait awal mula puasa tahun ini. 

Dikutip dari Kompas.com, ada perbedaan jadwal pemerintah dan Muhammadiyah. 

Organisasi keagamaan Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. 

Sementara, pemerintah akan selalu bersamaan dengan Nahdlatul Ulama. 

Meski sudah menetapkan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026 pada 21–22 Maret 2026, namun jadwal puasa awal belum pasti.

Baca juga: Arti Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban, Lengkap Makna dan Hikmah Diulang 31 Kali di Surat Ar-Rahman

Secara prosedur, penentuan awal puasa ini dilakukan dengan munculnya hilal. 

Untuk penetapan Hari Raya, tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 yang ditandatangani pada 19 September 2025. 

Berdasarkan SKB tersebut, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026. 

Namun lagi-lagi, penentuan awal puasa berdasarkan hasil sidang isbat. 

Sidang isbat adalah mekanisme resmi penetapan awal Ramadan di Indonesia. 

Termasuk menanti munculnya hilal di sejumlah titik yang ada di Indonesia. 

Jika Idul Fitri berlangsung pada 21 Maret 2026, maka awal puasa Ramadhan versi pemerintah kemungkinan pada 19 Februari 2026. 

Baca juga: Resep Bolu Pisang Kukus Super Montok dan Anti Gagal, Bisa untuk Idul Adha dan Ide Jualan

Hal ini jika dihitung penuh selama 30 hari puasa. 

Dari perhitungan tersebut, maka dipastikan awal puasa Ramadhan versi pemerintah bakal berbeda dengan Muhammadiyah. 

Amalan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Bulan suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Jika mengacu pada kalender Islam yang dirilis Pemerintah RI melalui Kementerian Agama RI (Kemenag), tanggal 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Namun, nantinya masih ada sidang isbat untuk menentukan sudah ada hilal atau belum.

Sementara, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Umat Islam tentu bersukacita menyambut datangnya bulan suci penuh ampunan ini.

Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik agar dapat menjalankan ibadah dengan maksimal.

Berikut amalan yang bisa dilakukan menjelang Ramadhan 2026/1447 H, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Perbanyak Doa untuk Dipertemukan dengan Ramadhan

Untuk menyambut bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadan.

Doa ini menjadi salah satu bentuk pengharapan seorang hamba agar dapat berjumpa dengan bulan penuh keberkahan supaya bisa banyak beramal pada bulan tersebut.

Salah satu doa yang bisa dibaca adalah sebagai berikut, dikutip dari laman himpuh.or.id:

انَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلالَ قَالَ : ” اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Artinya: “Sesungguhnya Nabi SAW ketika telah melihat hilal Ramadhan, beliau berdoa; Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah, Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR. Tirmidzi)

2. Bekali Diri dengan Ilmu tentang Puasa Ramadhan

Sebagai persiapan dan untuk memaksimalkan ibadah, umat Islam dianjurkan untuk membekali diri dengan ilmu-ilmu yang berkaitan tentang puasa Ramadhan.

Mulai dari hukum, tata cara, dan aturan atau syariat yang berkaitan dengan puasa.

Umat Islam juga bisa mempelajari keutamaan-keutamaan bulan Ramadan dan cara untuk mendapatkannya sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

3. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Sebelum bulan Ramadan tiba, ada satu amalan utama yang sangat dianjurkan, yakni memperbanyak istighfar dan taubat. 

Bulan Ramadan adalah bulan ampunan, di mana pintu-pintu surga terbuka lebar dan setan dibelenggu, maka membersihkan hati dari noda dosa dengan istighfar dan taubatan nasuha menjadi bekal terpenting.

Taubat dan istighfar dilakukan agar hati lapang, dosa-dosa diampuni, dan ibadah puasa lebih sempurna. Istighfar bukan hanya ucapan, tapi juga pengakuan hati yang tulus, diikuti niat memperbaiki diri.

Nabi Muhammad pun mengajarkan manusia untuk banyak-banyak bertaubat dan meminta ampun kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW yang sudah diampuni dosanya di masa lalu maupun di masa depan masih bertaubat, dan ini menunjukkan kerendahan dirinya sebagai umat Allah SWT.

Diriwayatkan dalam hadits sahih Rasulullah SAW bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، تُوبُوا إِلَى اللَّهِ، فَوَاللهِ إِنِّي لَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

'Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.' (HR. Bukhari no. 6307).

Beliau juga mengajarkan:

'Siapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, kelapangan dari setiap kesempitannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.' (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanad-nya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir)

Dengan istighfar yang rutin, kita bukan hanya memohon ampun, tapi juga membuka pintu rahmat dan kemudahan menuju Ramadhan yang penuh berkah.

Kalimat istighfar yang bisa dilafalkan:

Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaihi yang artinya "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, dan aku bertaubat kepada-Nya."

4. Melunasi Utang Puasa

Mengutip laman darululumsekampung.ac.id, umat Islam yang memiliki hutang puasa Ramadan sebelumnya, dianjurkan untuk segera menggantinya sebelum memasuki bulan Ramadan.

Mengganti utang puasa adalah hal yang wajib, sebagaimana tertuang dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 185.

شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ‏ ١٨٥

Artinya:

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, siapa di antara kamu mendapati bulan itu, maka berpuasalah. Dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah: 185)

5. Banyak-banyak Membaca Alquran

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Alquran, dan menghafalkannya. Sebab, Ramadan adalah bulan diturunkannya Alquran.

6. Memperbaiki Hubungan Sosial

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, saling meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan, baik yang disengaja maupun tidak, serta menyambung kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang.

عَن ابْن شهاب أَخْبَرَنٍيْ أَنَس بْن مَالِك أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ  –  رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Diriwayatkan dari Ibnu Sihab  (di mana) telah menginformasikan padaku Anas bin Malik ra., bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan (sisa) umurnya, maka sambunglah (tali) kerabatnya. (HR. Bukhari)

Hati yang bersih dari permusuhan dan dendam mempermudah umat Islam untuk menyambut Ramadan dengan tenang dan penuh berkah.

(Bangkapos.com/Kompas.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.