Pedagang Perlengkapan Haji Ramai di Halaman Masjid Syuhada Polman Jelang Manasik
February 03, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Sejumlah pedagang perlengkapan ibadah haji mulai bermunculan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menjelang pemberangkatan ibadah haji, Selasa (3/2/2026).

Para pedagang menggelar lapak di halaman Masjid Agung Syuhada, Jalan Ratulangi, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, menyasar para calon jemaah haji yang sedang mengikuti tahapan manasik haji.

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Polman melaksanakan manasik haji di Masjid Agung Syuhada selama dua hari.

Baca juga: 560 CJH Ikuti Bimbingan Manasik Haji di Masjid Syuhada Polman, Ada Materi Kesehatan

Baca juga: Penjual Perlengkapan Haji Musiman di Majene Panen Cuan

Sejumlah perlengkapan haji dijajakan para pedagang, mulai dari sepatu, mukenah, jubah, hingga tas.

Pedagang ini sebagian berasal dari luar daerah dan sengaja datang ke Polman pada musim haji.

"Sejak kemarin mulai berdagang perlengkapan haji," kata Hayati, pedagang asal Sudiang, Makassar.

Ia menyampaikan harga perlengkapan haji bervariasi sesuai bahan, misalnya mukenah dijual mulai Rp50 ribu per pcs hingga Rp150 ribu dengan kualitas bahan pilihan.

Sandal dan sepatu haji dibanderol mulai Rp25 ribu per pasang. Selain itu tersedia juga topi dan peci.

Hayati menganjurkan agar para calon jemaah haji membeli perlengkapan lebih awal agar sebelum keberangkatan dapat lebih fokus menjaga kesehatan sebagai persiapan ibadah.

Salah satu calon jemaah haji, Asmawati, mengaku senang karena perlengkapan haji sudah tersedia di lokasi manasik.

"Kita tidak repot-repot lagi mencari ke pasar, di sini sudah ada mukena dan perlengkapan lainnya," ujarnya.

Warga Kecamatan Mapilli ini mendaftar sebagai calon jemaah haji reguler pada 2013 lalu dan masuk daftar tunggu selama 12 tahun.

Jumlah Jemaah Haji di Polman

Total keseluruhan jemaah dari 16 kecamatan di Polman mencapai 552 orang.

Rinciannya, kategori usia 65–75 tahun sebanyak 85 orang, usia 76–85 tahun sebanyak 22 orang, dan usia rentan 86–95 tahun sebanyak enam orang.

Calon jemaah tertua atas nama Saleha (95) dari Kecamatan Limboro, sedangkan yang termuda M Alif Akbar (17) dari Wonomulyo.

Kasi Haji Kementerian Haji dan Umrah Polman, Manju Idris, mengatakan pemeriksaan kesehatan seluruh calon jemaah cukup intensif, terutama bagi yang lansia, rentan, dan perempuan.

Jumlah calon jemaah perempuan mencapai 394 orang, sementara laki-laki 158 orang.

Dari sisi pekerjaan, 50 orang bekerja sebagai petani, 110 sebagai pekerja swasta, 107 pegawai negeri sipil, dan 251 ibu rumah tangga. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.