Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat benar-benar berfungsi optimal dan berdampak langsung terhadap pengurangan genangan.

“Pembangunan sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot merupakan langkah konkret kami dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi,” ujar Pramono setelah meninjau pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat, Selasa.

Pembangunan dilakukan di empat titik di sepanjang Jalan Daan Mogot, tepatnya di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng.

Kawasan tersebut diketahui kerap terdampak genangan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Wilayah di sepanjang Jalan Daan Mogot, khususnya sisi utara jalan, menjadi prioritas karena sering mengalami genangan. Oleh karena itu, pembangunan rumah pompa dan saluran pendukung difokuskan untuk melindungi permukiman warga serta infrastruktur di kawasan ini,” jelas Pramono.

Total kapasitas pompa yang dibangun itu mencapai 11,5 meter kubik per detik, yang berasal dari sejumlah rumah pompa, yakni Pompa Depag, Pompa Daan Mogot KM 13, Pompa Daan Mogot KM 13A, dan Pompa Daan Mogot KM 13B.

Dengan kapasitas total 11,5 meter kubik per detik, dia pun berharap air dapat segera dipompa keluar saat terjadi hujan lebat.

“Kapasitas ini dirancang untuk mempercepat surutnya genangan dan mengurangi risiko banjir di kawasan sekitarnya,” ujar Pramono.

Selain rumah pompa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membangun saluran pendukung guna mengoptimalkan kinerja sistem polder.

Saluran tersebut meliputi Saluran Gendong di sisi utara dan sisi selatan, masing-masing sepanjang kurang lebih dua kilometer, serta saluran penyeberangan (crossing) di Jalan Raya Daan Mogot.

Menurut Pramono, saluran pendukung itu berperan penting dalam mengarahkan aliran air menuju rumah pompa.

Dengan sistem aliran yang saling terhubung dan terintegrasi, maka air dari titik-titik genangan dapat ditangani dengan lebih cepat dan efisien.

“Kami berharap melalui penanganan ini, persoalan banjir di kawasan Daan Mogot KM 13 dapat teratasi. Selain itu, pembangunan yang belum terselesaikan sejak 2022 akan segera kami tuntaskan, termasuk penataan kawasan KM 13,” ungkap Pramono.

Lebih lanjut, dia berharap kehadiran Pompa Daan Mogot mampu mengurangi tekanan pada polder lain sehingga penanganan banjir di Jakarta Barat lebih efektif.