Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Sebut Nama Raffi Ahmad di Mens Rea
February 03, 2026 02:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya membedah teka-teki di balik penyebutan nama pesohor Raffi Ahmad dalam pertunjukan stand-up comedy terbarunya, Mens Rea. 

Materi yang kini menjadi bola panas di kepolisian tersebut ternyata memiliki pesan yang jauh lebih serius daripada sekadar banyolan tentang artis.

Usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Senin (2/2/2026), Pandji menegaskan bahwa sosok suami Nagita Slavina itu bukanlah objek utama pembicaraannya. 

Nama Raffi muncul sebagai bagian dari narasi besar mengenai isu ekonomi dan hukum.

Misi Edukasi di Balik Isu Pencucian Uang

Pandji mengungkapkan bahwa fokus utama materinya sebenarnya terletak pada fenomena bisnis ilegal dan praktik pencucian uang (money laundering) yang kian marak.

"Sebenarnya topik utamanya kalau disimak bukan ke situ (Raffi Ahmad). Topik utamanya tentang keberadaan bisnis ilegal yang kemudian terkait sama praktik cuci uang, gitu. Jadi, topiknya tuh sebenarnya itu, pembahasannya itu," ungkap Pandji kepada awak media.

Ia berdalih, penggunaan nama figur publik atau contoh kasus populer dilakukan agar isu berat seperti pencucian uang bisa lebih mudah dipahami dan mendapat perhatian dari masyarakat luas.

Baca juga: Pandji Pragiwaksono Jawab Kontroversi Mens Rea: Saya Hanya Ingin Menghibur Masyarakat Luas

Baca juga: Pemilik Toko Ponsel Jadi Tersangka Usai Tangkap Pencuri, Begini Kronologi Lengkap dan Alasan Polisi

Baca juga: Sosok Mochamad Faik Satpol PP Tewas Saat Evakuasi ODGJ, Rupanya Sebentar Lagi Mau Menikah

"Lebih supaya masyarakat awam saja dan aware dengan kondisi seperti itu. Itu aja sih sebenarnya," tambahnya.

Belum Ada Komunikasi dengan Raffi Ahmad

Meski materinya telah memicu kegaduhan hingga berujung laporan dugaan penistaan agama dan penghasutan oleh sejumlah organisasi kepemudaan seperti Angkatan Muda NU, Pandji mengaku hingga kini belum menjalin komunikasi dengan Raffi Ahmad.

Kini, 'Mens Rea' tidak hanya menjadi karya seni di Netflix, tetapi juga subjek penyelidikan hukum. 

Publik pun menanti apakah alasan "edukasi masyarakat" yang disampaikan Pandji mampu melunakkan keresahan yang muncul di kalangan kelompok masyarakat yang merasa dirugikan oleh materi tersebut.

Pandji Pragiwaksono Jawab Kontroversi Mens Rea

Komika senior Pandji Pragiwaksono akhirnya angkat bicara usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait materi pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea.

Meski kini berujung pada laporan polisi, Pandji mengaku sejak awal hanya memproyeksikan satu bentuk respons dari publik: tawa.

Penayangan Mens Rea di platform Netflix pada akhir 2025 lalu memicu polemik hingga menyeret Pandji ke ranah hukum.

Ia dilaporkan oleh sejumlah organisasi kepemudaan atas dugaan penghasutan dan penistaan agama dalam materi komedinya.

Hak Berpendapat dan Konsekuensi Karya

Menanggapi gelombang pro dan kontra tersebut, Pandji bersikap tenang dan menghormati proses hukum yang berjalan. Ia menganggap perbedaan pendapat atas sebuah karya adalah hal yang wajar.

Baca juga: Alasan Polisi Tetap Proses Laporan Materi Stand Up Pandji Pragiwaksono

Baca juga: Perhiasan di Jambi Jadi Rp9.100.000 per Mayam, 3/2/2026 Emas Antam Turun Jadi Rp2.844.000 per Gram

"Bahwa akhirnya seperti ini saya terima saja, dan mungkin itu wajar siapapun boleh punya pendapat terhadap prakarya saya. Mungkin beliau-beliau ini sedang menjalankan haknya sebagai warga negara, saya ikutin saja prosesnya," ujar Pandji (2/2/2026).

Pandji menjelaskan bahwa pilihannya membawa Mens Rea ke Netflix didasari keinginan untuk menjangkau penonton yang lebih luas.

Baginya, komedi adalah instrumen hiburan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.

Buntut Laporan Penistaan Agama

Keresahan muncul dari pihak Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah yang menilai materi Pandji di Indonesia Arena pada Agustus 2025 tersebut mengandung unsur merendahkan.

Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyebut konten tersebut cenderung memfitnah dan menimbulkan kegaduhan.

Namun, Pandji tetap teguh pada niat awalnya.

"Sebagai seorang komika saya ingin tentu bisa menghibur seluas-luasnya orang. Biar yang lain terhibur, masyarakat butuh dihibur," pungkasnya.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlanjut untuk menentukan apakah materi dalam Mens Rea tersebut memenuhi unsur pidana atau murni bagian dari kebebasan berekspresi dalam karya seni.

Baca juga: Pemilik Toko Ponsel Jadi Tersangka Usai Tangkap Pencuri, Begini Kronologi Lengkap dan Alasan Polisi

Baca juga: Jadwal Puasa Ramadhan 2026, Versi Kemenag dan Muhammadiyah

Baca juga: Bingung Nadiem Makarim Harga Pengadaan Chromebook Dianggap Kemahalan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.