TRIBUNJAKARTA.COM - Gaya bicara pedagang es gabus Ajat Suderajat, yang terbata-bata dan kerap berubah-ubah, terungkap saat mengobrol dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.
Obrolan itupun diunggah Dedi Mulyadi di akun Youtubenya @KANGDEDIMULYADICHANNEL.
Total ada tiga video dengan lokasi dan waktu unggah berbeda.
Pada obrolan itu, Dedi Mulyadi beberapa kali menyebut Ajat berbohong karena jawaban yang berubah-ubah, salah satunya soal rumah.
Suderajat sebelumnya mengaku mengontrak rumah, namun ternyata ia memiliki rumah sendiri peninggalan orangtuanya.
"Babe bilangnya ngontrak, bohong sih. Kenapa sih be bohong terus," kata Dedi Mulyadi.
Cap pembohong itu juga meluas ke media sosial.
Polda Metro Jaya tak mempersoalkan pengakuan Suderajat yang kerap berubah-ubah.
Kepolisian menyerahkan penilaian tersebut ke masyarakat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi serta memperhatikan kondisi Suderajat.
"Pengakuan Pak Suderajat yang berubah biar masyarakat yang menilai," kata Budi Hermanto, Senin (2/2/2026).
Menurut Budi, sikap itu sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 13 tentang tugas pokok Polri, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Anak Suderajat, Andi, menjelaskan bahwa ayahnya mengalami gangguan kejiwaan pascatrauma, terutama setelah mengalami tekanan akibat masalah tuduhan es gabus di Kemayoran.
Kondisi ini membuat Suderajat mengalami keterbatasan dalam berkomunikasi secara verbal.
"Bapak dan istrinya terindikasi disabilitas. Pak Suderajat mengalami gangguan kejiwaan pascatrauma. Kami mohon maaf atas jawaban Bapak, baik saat bersama Pak Gubernur Jawa Barat (Dedi Mulyadi) maupun di televisi yang dianggap berubah-ubah," ujar Andi kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Senada dengan Andi, Sekretaris Kecamatan Bojonggede, Elfi Nila Hartani, mengonfirmasi hasil asesmen lapangan yang menunjukkan Suderajat cenderung tidak bisa menjawab pertanyaan dengan tepat atau "tidak nyambung".
Hal ini diperparah dengan kondisi istri Suderajat yang diduga mengalami gangguan pendengaran.
Salah satu poin yang membuat publik kecewa adalah pernyataan Suderajat mengenai kondisi ekonominya yang dianggap tidak sesuai fakta.
Namun, Andi meluruskan bahwa ketidaksesuaian itu merupakan dampak dari gangguan psikis sang ayah.
Faktanya, Suderajat memang memiliki rumah pribadi di Kabupaten Bogor, namun saat ini sedang menjalani renovasi total melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sejak Desember 2025.
Itulah sebabnya, Suderajat dan keluarganya saat ini harus tinggal di kontrakan sementara.
Baca juga: Dedi Mulyadi Merasa Dibohongi Suderajat, Sang Anak Pedagang Es Gabus Luruskan Tuduhan
Baca juga: Pedagang Es Gabus Dicap Pembohong Usai Ngobrol dengan Dedi Mulyadi, Sang Anak Ungkap soal Trauma
Baca juga: Duduk Sebelahan, Pramono Anung dan Dedi Mulyadi Ngakak saat Prabowo Singgung 2029