Polinef dan Pemda Fakfak Intens Berkomunikasi Cegah Pemalangan Kampus
February 03, 2026 04:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Politeknik Negeri Fakfak (Polinef)  bersama Pemerintah Daerah (Pemda) setempat terus membangun komunikasi intensif untuk mencegah terulangnya praktik pemalangan di lingkungan kampus.

Upaya ini dilakukan demi menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi mahasiswa dan dosen.

Hal tersebut disampaikan Direktur Polinef, Muhammad Nur, diwawancarai Tribunpapuabarat.com di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).

Ia menegaskan, persoalan tanah hibah yang disiapkan untuk kampus sepenuhnya menjadi ranah Pemda.

“Adapun tanah yang dihibahkan Pemda untuk kampus, tentu permasalahannya kami tidak tahu-menahu, karena itu urusan Pemda yang menyiapkan lahan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap kali terjadi pemalangan, pihak kampus selalu hadir dan segera berkoordinasi dengan Pemda Fakfak.

Ia mengakui, dari sisi pemilik hak ulayat masih ada pihak yang belum menerima, sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

“Namun jika ada kekeliruan, pastinya bisa dibicarakan secara baik-baik,” tambahnya.

Baca juga: Bangun Ekosistem Kampus Internasional, Polinef Segera Buka Kursus Bahasa Inggris untuk Umum

Muhammad Nur menegaskan, pihaknya bersama Pemda terus mencari jalan tengah agar solusi yang dihadirkan tidak mengganggu proses belajar mengajar di kampus.

Ia bersyukur, saat ini tidak ada lagi aktivitas pemalangan di Polinef.

“Kita juga pernah berupaya menjadi jembatan, bahkan sudah dilakukan RDP dengan DPRK untuk membahas permasalahan yang ada,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, proses belajar mengajar di Polinef kini dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Kampus Polinef sendiri merupakan satu-satunya politeknik negeri yang ada di Tanah Papua, berlokasi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.