Singa Mania Gelar Mubes, Dua Kandidat Berebut Kursi Ketua Umum Suporter Militan Sriwijaya FC
February 03, 2026 03:44 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Suasana panas penuh semangat bakal mewarnai Musyawarah Besar (Mubes) Singa Mania, suporter militan Sriwijaya FC, yang segera digelar dalam waktu dekat. Agenda akbar ini akan menentukan arah perjuangan suporter untuk tiga tahun ke depan sekaligus memilih Ketua Umum baru periode 2026–2029.

Ketua Umum Singa Mania, Yayan Hariansyah S.Sn, M.Sn atau akrab disapa Yayan Joker, menegaskan bahwa Mubes kali ini bukan hanya soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap AD/ART, tata tertib, serta pertanggungjawaban pengurus sebelumnya.

Setelah pendaftaran dibuka seminggu, Tim 9 penjaringan menetapkan dua nama yang siap maju. Kedua kandidat ini sama-sama figur legenda di Singa mania.

  1. Roby Patal – Mantan Korlap Singa Mania, dikenal loyal, berdedikasi tinggi, dan piawai membangun komunikasi dengan sesama suporter.
  2. Dwi Pampam (Dwi Anugrah) – Dirigen legendaris Singa Mania, sosok supel yang punya jaringan pertemanan luas dan dianggap paham betul kultur organisasi.

“Ini orang-orang lama semua, figur yang sudah teruji. Mereka siap mengomandoi dukungan untuk Elang Andalas,” ujar Yayan Hariansyah.

Yayan menambahkan, berakhirnya masa kepengurusan 2023–2026 menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja baru. Ia berharap Singa Mania tetap eksis dan konsisten mendukung Sriwijaya FC, baik di Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3.

“Harapan saya, Singa Mania tetap jadi suporter militan Sriwijaya FC terdepan. Apapun kondisi tim, kita harus selalu ada,” tegasnya.

Mubes Singa Mania kali ini diprediksi akan menjadi salah satu momen paling bersejarah, karena kedua kandidat merupakan figur yang sama-sama punya akar kuat di tubuh suporter. Siapapun yang terpilih, tantangan menjaga militansi dan soliditas Singa Mania di tengah dinamika sepak bola nasional akan menjadi ujian sesungguhnya.

Sriwijaya FC resmi menerima jadwal padat sembilan pertandingan di putaran ketiga ILeague Pegadaian Championship 2025/26. Klub kebanggaan masyarakat Sumsel akan melakoni 4 laga kandang dan 5 laga tandang, dengan tantangan besar di awal: dua laga home pertama harus digelar tanpa penonton akibat sanksi Komdis PSSI.

Untuk laga home pertama dan kedua Sriwijaya FC digelar tanpa penonton sesuai keputusan Komdis PSSI. Jadwal panas Sriwijaya FC itu yakni 15 Februari 2026 menjamu FC Bekasi City. Kemudian pada 20 Februari 2026 menjamu Persikad Depok.

Ketua umum suporter Singa Mania, Yayan Hariansyah S.Sn, M.Sn menegaskan kerusuhan suporter pada Derby Sumsel di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (24/1/2026) sebenarnya bukan karena Sriwijaya FC dikalahkan Sumsel United 0-5. 

"Kerusuhan kemarin sebenarnya bukan karena Sriwijaya FC kalah," tegas Ketua umum suporter Singa Mania, Yayan Hariansyah S.Sn, M.Sn kepada Sripoku.com.

Menurutnya, luapan kekecewaan suporter militan Sriwijaya FC ini merupakan anti klimaks kekesalan terhadap stakeholder yang tidak peduli dengan keterpurukan tim yang mereka sayangi. 

"Ini ekspresi kecewaan suporter karena Sriwijaya FC selama ini didzolimi. Contoh sponsor yang biasa mendukung SFC kini diambil alih ke tim sebelah. Padahal SFC ini kan sudah punya prestasi yang sudah terbukti dan teruji. Kenapa? Kalau adil, saya kira tidak terjadi kerusuhan," kata Yayan Hariansyah.

Ia menyayangkan stakeholder saat ini tidak peduli dan kurang menghargai prestasi Sriwijaya FC yang telah mengharumkan nama Sumatera Selatan selama ini.

"Sekretariat Sriwjaya FC surat sudah ada akan diambil alih. SFC ini jelas lahir dari rahim Pemprov dan DPRD Sumsel memakai anggaran APBD Sumsel pasca PON XIV di Palembang. Kekesalan inilah yang membuat kemarin kawan-kawan suporter itu mengekspresikan diri di stadion Jakabaring," kata Yayan Hariansyah.

"Ini sudah titik nadir kekesalan suporter. Kami berharap jangan terlalu arogan," kata Yayan Hariansyah.

Redam Kemarahan Suporter

Ketua Panpel LOC/Laga Home Sriwijaya FC Faisal Mursyid mengakui mengambil langkah persuasif dan humanis untuk meredam luapan kekecewaan ribuan suporter Elang Andalas usai kalah 0-5 pada Derby Sumsel laga ke 17 Pegadaian Championship 2025/26 melawan Sumsel United  di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (24/1/2026) sore.

Lagu Kito Pacak yang dikenal merupakan Anthem Sriwijaya FC yang biasanya diputar setelah Laskar Wong Kito memenangkan pertandingan, kemarin diputar 2 kali untuk menghibur suporter militannya Elang Andalas yang kecewa melihat nasib tim kesayangannya terus-terusan kalah dan terancam degradasi ke Liga 3.

"Kami sangat memahami puncak kekesalan, kekecewan suporter yang menjadi bagian Sriwijaya FC. Sehingga tidak mungkin Panpel melakukan tidakakan represif. Yang kami lakukan tindakan persuasif dan humanis. Mereka juga berjuang bersama-sama SFC selama ini. Walaupun endingnya sebetulnya tidak perlu terjadi kalau kita memahami regulasi," ungkap Faisal Mursyid SH kepada Sripoku.com.

DUKUNGAN SINGA MANIA - Massa kelompok suporter militan Singa Mania memberikan dukungan dan kritik pada laga kandang Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 yang belum meraih kemenangan.
DUKUNGAN SINGA MANIA - Massa kelompok suporter militan Singa Mania memberikan dukungan dan kritik pada laga kandang Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 yang belum meraih kemenangan. (DOK.SINGA MANIA)

Baca juga: Sriwijaya FC Siapkan Kejutan Besar Jelang Putaran Ketiga

Setelah dua kali menyanyikan lagu Kito Pacak bersama-sama, dan menyampaikan aspirasi kekesalannya, Panpel LOC laga home Sriwijaya FC meminta suporter pulang dengan tertib. 

"Suporter ini adik-adik kita semua, bagian dari Sriwijaya FC. Setelah aspirasinya sudah disampaikan, tim tamum perangkat pertandingan pulang juga dengan aman. Tidak ada korban, ada sedikit kerusakan di stadion, e-board," kata Faisal Mursyid.

Faisal Mursyid yang juga Sekretaris PT SOM selaku manajemen pengelola Sriwijaya FC menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan SFC pada laga ke-17 Pegadaian Championship 2025/26 ini.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.