Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pengamanan kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Maluku menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, dengan SKK Migas Perwakilan Wilayah Papua dan Maluku (PAMALU) bersama Balam Energy Pte. Ltd, Senin (2/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Kapolda Maluku itu tidak sekadar silaturahmi kelembagaan.
Fokus utama pembahasan mengarah pada tantangan riil di lapangan, mulai dari potensi dinamika sosial masyarakat, kerawanan keamanan objek vital nasional, hingga pentingnya sistem komunikasi cepat antara aparat kepolisian dan pelaku usaha migas.
Wakapolda Maluku menegaskan, aktivitas eksplorasi dan produksi migas di Maluku memiliki tingkat sensitivitas tinggi, sehingga membutuhkan pengamanan yang terukur dan berbasis deteksi dini.
“Polda Maluku siap mendukung penuh setiap kegiatan hulu migas. Tidak hanya pengamanan objek vital, tetapi juga pendampingan operasional serta langkah preventif untuk mencegah gangguan kamtibmas,” tegas Imam Thobroni.
Ia menilai, keberhasilan proyek migas tidak bisa dilepaskan dari stabilitas keamanan dan penerimaan sosial masyarakat setempat. Oleh sebab itu, koordinasi lintas sektor harus dilakukan sejak tahap perencanaan hingga operasional di lapangan.
Baca juga: 18 Desa Persiapan di SBT Segera Naik Status, Tinggal Tunggu Verifikasi
Baca juga: Tiga Soa dan Unsur Adat Negeri Hatu Desak Bupati Malteng Segera Berhentikan Saniri Negeri
Dalam audiensi tersebut, Wakapolda didampingi Direktur Intelkam dan Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Maluku.
Sementara dari SKK Migas PAMALU hadir Otniel L. Wafom selaku Koordinator Formalitas dan Komunikasi serta Agustinus Slarmanat dari Tim Forkom PAMALU.
Manajemen Balam Energy Pte. Ltd juga hadir langsung, di antaranya Tom Soulsby (CEO), Devry Setyadi (Acting General Manager), dan Ujang Hudaya (Field Liaison).
Kehadiran manajemen inti ini mempertegas keseriusan perusahaan dalam membangun hubungan kerja yang solid dengan aparat keamanan daerah.
Menurut Wakapolda, kegiatan hulu migas bukan hanya menyangkut kepentingan strategis nasional terkait ketahanan energi, tetapi juga berdampak langsung pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Maluku.
“Jika keamanan terjaga dan komunikasi berjalan baik, iklim investasi akan tumbuh. Ini yang kita jaga bersama,” ujarnya.
Audiensi ini menjadi sinyal kuat bahwa Polda Maluku, SKK Migas, dan badan usaha migas sepakat memperkuat sinergi sejak dini, guna memastikan kegiatan hulu migas di Maluku berjalan aman, berkelanjutan, dan minim konflik sosial. (*)