TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul akan mengkaji operasional rute perjalanan dua bus sekolah.
Pasalnya, belum lama ini, pihaknya mendapat bantuan dua bus sekolah dari instansi yang berbeda, sehingga total ada tiga unit bus sekolah di Kabupaten Bantul.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul, Toto Pamudji Rahardjo, mengatakan sejauh ini baru ada satu bus sekolah yang beroperasi dengan rute Kapanewon Bantul menuju Kapanewon Pandak, Pajangan dan Sedayu.
Sebenarnya ada satu lagi bus sekolah, namun bus sekolah sebelumnya sudah tidak layak pakai.
"Kendaraan bus sekolah yang satu lagi itu, sudah mendekati masa kedaluwarsa. Jangan sampai anak-anak dirugikan dan ketika dipakai tiba-tiba macet di jalan. Jadi, sejauh ini tinggal satu yang lagi beroperasional," kata Toto, kepada wartawan di kantor dinasnya, Selasa (3/2/2026).
Namun, pihaknya merasa bersyukur sebab saat ini ada tambahan bantuan dua bus sekolah dengan kapasitas masing-masing 19 penumpang dan 23 penumpang.
Rencananya, rute operasional bus sekolah itu akan dikaji dahulu di Kapanewon Imogiri menuju Kapanewon Sedayu, dan Bantul.
"Nanti, bus itu akan kami lewatkan dari Kapanewon Imogiri ke arah Jetis. Kemudian menuju sebagian Kapanewon Pleret dan ke arah Kapanewon Bantul. Rute itu coba nanti kami survei dulu sebelum uji coba dilakukan," terangnya.
Kemudian bus sekolah di jalur kedua, kata Toto dimungkinkan ada di Kapanewon Srandakan.
Sebab, ada permohonan untuk mengisi rute perjalanan di sana, sehingga akan dicoba mengisi rute operasional bus sekolah di Kapanewon Srandakan ke arah Kapanewon Bantul.
Baca juga: Tingkatkan Budaya Tertib Lalu Lintas, Dishub Bantul Gencarkan Edukasi Salud Tenan
Pihaknya berharap, dalam sekali operasional bisa memiliki interval waktu sekitar 60 menit. Interval waktu itu diberikan sesuai dengan jam pulang pergi anak sekolah.
Akan tetapi, harapan interval waktu itu masih dilakukan pengkajian oleh Dishub Bantul.
"Rencananya uji coba dilakukan pada April 2026, sambil kita tunggu yang lainnya. Ya mudah-mudahan dengan seiring waktu, biasa ada lagi tambahan bantuan bus sekolah untuk mendukung layanan antar jemput anak sekolah secara gratis," pinta dia.
Dalam uji coba itu, pihaknya akan melihat animo dari masyarakat terhadap penggunaan bus sekolah gratis.
Maka dari itu, diharapkan uji coba bus sekolah bisa dilakukan pada April 2026.
Apalagi, saat ini, masih ada satu bantuan bus sekolah yang sedang proses balik nama kepemilikan.
"Dengan layanan bus sekolah ini, diharapkan bisa membantu pemerintah menyelenggarakan fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman, menekan kemacetan lalu lintas, menekan laka lantas yang disebabkan anak-anak sekolah, terutama anak-anak yang belum cukup umur menggunakan kendaraan," kata Toto.(*)