Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penggunaan transportasi publik berbasis rel semakin diminati masyarakat perkotaan.
LRT Jabodebek adalah sistem kereta ringan (Light Rail Transit) yang melayani kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, sebagai moda transportasi massal perkotaan berbasis rel.
Layanan ini dirancang untuk mengurangi kemacetan, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum dengan perjalanan yang cepat, terjadwal, dan terintegrasi dengan moda lain di Jabodetabek
Sepanjang Januari 2026, LRT Jabodebek mencatat 2.714.594 perjalanan, naik 26 persen atau 567.735 pengguna dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 2.146.859 perjalanan.
Lonjakan pengguna paling tinggi tercatat pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan 123.276 penumpang, seiring aktivitas perkantoran yang padat.
Baca juga: Sebelum Diresmikan Presiden Jokowi, Naik LRT Jabodetabek Cuma Rp 1 Rupiah
Manager Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan ini menandakan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi massal dan pergeseran dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tetap andal di jam sibuk agar peralihan ini berkelanjutan,” ujarnya.
Radhitya menambahkan, keandalan layanan didukung fasilitas stasiun dan rangkaian yang memadai, termasuk eskalator, lift, jalur disabilitas, charging station, water station, serta area khusus bagi lansia, ibu hamil, dan pengguna kursi roda.
Dengan jumlah perjalanan yang mencapai 2,7 juta dalam sebulan dan konsentrasi tinggi pada jam kerja, LRT Jabodebek menunjukkan konsistensi sebagai moda transportasi harian yang andal dan nyaman di wilayah Jabodetabek.
“Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan agar tetap inklusif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna,” terangnya