TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Kereta Api (KA) Ijen Ekspres mencatat kinerja positif selama satu tahun beroperasi. Sejak pertama kali melayani rute Banyuwangi–Malang pulang pergi (PP) pada 1 Februari 2025 hingga 1 Februari 2026, jumlah penumpang KA Ijen Ekspres mencapai 271 ribu orang.
Kereta ini menghubungkan dua daerah tujuan wisata unggulan di Jawa Timur, yakni Banyuwangi dan Malang. Tingkat okupansi harian KA Ijen Ekspres selama periode tersebut tercatat rata-rata 76,3 persen.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan capaian tersebut tergolong positif untuk layanan kereta api yang masih berusia satu tahun.
Baca juga: Mengintip Geliat Ekonomi di Desa Wisata Kemiren Banyuwangi, Anak Muda hingga Lansia Berdaya
“Capaian tersebut menegaskan posisi KA Ijen Ekspres sebagai salah satu moda transportasi favorit masyarakat Jawa Timur,” ujar Cahyo, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, tingginya jumlah penumpang mencerminkan mobilitas masyarakat yang cukup besar menuju dua kabupaten dengan potensi wisata yang kuat.
Pada awal pengoperasiannya, KA Ijen Ekspres dirangkaikan dengan tiga kereta eksekutif dan tiga kereta ekonomi New Generation, dengan total kapasitas 366 tempat duduk per perjalanan.
Baca juga: Kopi Langka Yellow Caturra asal Amerika Selatan Tumbuh di Banyuwangi, Arabika Aroma Buah dan Bunga
Namun, seiring meningkatnya permintaan, KAI melakukan penyesuaian rangkaian pada Juni 2025. Komposisi kereta diubah menjadi dua kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi New Generation, sehingga kapasitas meningkat menjadi 388 tempat duduk.
“Penyesuaian ini merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan,” jelas Cahyo.
Ia menambahkan, KAI akan terus memantau tren perjalanan dan dinamika kebutuhan penumpang. Penambahan kereta ekonomi New Generation di KA Ijen Ekspres dilakukan untuk mengakomodasi lebih banyak masyarakat yang menginginkan perjalanan nyaman dengan harga yang lebih terjangkau.