Laksamana Muda Pastikan Iran Tak Segan Serang Israel Apabila AS Macam-macam
February 03, 2026 09:30 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Penasihat Pemimpin Revolusi Islam Laksamana Muda Ali Shamkhani memperingatkan bahwa Iran tidak akan segan-segan menyerang Israel apabila Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Iran. 

Ancaman tersebut disampaikan Shamkhani usai AS mengerahkan kapal perang Abraham Lincoln ke dekat perairan Iran di tengah negosiasi nuklir Iran. 

Diketahui AS mengirim kapal induk Abraham Lincoln ke lepas pantai Yaman selatan di tengah negosiasi nuklir Iran.

Iran melakukan negosiasi dengan AS untuk melanjutkan program nuklir damai. Iran berjanji nuklir tersebut digunakan untuk tenaga energi bersih bukan senjata. 

Namun demikian Presiden AS Donald Trump kukuh bahwa Iran tidak boleh melanjutkan program nuklirnya. 

Diplomasi yang buntu tersebut membuat AS mengerahkan kapal perangnya ke dekat perairan Iran.

Di tengah hubungan panas tersebut, Laksamana Muda Iran Ali Shamkhani mengaku tidak akan segan-segan menyerang Israel apabila serangan dilakukan AS. 

Baca juga: Di Tengah Ancaman Militer AS, Iran Pastikan Ledakan Bukan Aksi Sabotase

Hal itu karena Iran memandang, Israel dan AS adalah sebuah kesatuan. 

“Jika Amerika Serikat menyerang Iran, tanggapan kami pasti akan menargetkan Israel,” 

“Dari perspektif Teheran, AS dan Israel bukanlah entitas yang terpisah, melainkan bagian dari satu front dalam perhitungan keamanan regional,” kata Shamkhani dalam wawancara dengan Al-Mayadeen pada Selasa (3/2/2026).

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan perhatian internasional yang semakin besar terhadap masa depan program nuklir Iran dan lanskap keamanan yang lebih luas di Timur Tengah.

Shamkhani memastikan bahwa transfer uranium yang diperkaya Iran ke luar negeri sama sekali tidak mungkin.

Tampil mengenakan seragam militer selama wawancara, Shamkhani mengatakan sikap reaktif AS membuat Iran tidak memiliki pilihan untuk bersiap dalam skenario apa pun. 

Ia menekankan bahwa Teheran sedari awal sudah hidup di bawah bayang-bayang perang.

Kesiapan ini merupakan respon terhadap apa yang ia gambarkan sebagai ancaman dan tekanan tidak adil yang dikenakan oleh musuh.

Shamkhani menggarisbawahi bahwa negosiasi hanya mungkin dilakukan mengenai isu nuklir dan hanya dengan Amerika Serikat.

Iran mendesak AS agar melakukan penghapusan ancaman dan pengabaian tuntutan yang tidak realistis. 

Ia mengatakan bahwa Eropa telah terbukti tidak mampu memainkan peran yang efektif dalam beberapa tahun terakhir dan bahwa sengketa nuklir hanya dapat diselesaikan antara Teheran dan Washington.

Menurutnya, jika pembicaraan dimulai dalam lingkungan yang adil dan tanpa paksaan, mencapai kesepahaman adalah mungkin. 

Negosiasi tidak langsung dapat dengan cepat berubah menjadi pembicaraan langsung jika muncul iklim saling pengertian.

Shamkhani meyakinkan dunia bahwa proyek nuklir Iran bersifat damai dan tidak akan berubah menjadi senjata.

Ia mencatat bahwa jika kekhawatiran terus berlanjut, Iran dapat mengurangi tingkat pengayaan uranium dari 60 persen menjadi 20 persen di dalam negeri namun harus ada imbalan kompensasi politik dan ekonomi yang nyata.

Shamkhani memperingatkan bahwa konflik di masa depan tidak akan terbatas pada perbatasan Iran. 

Ia mengatakan bahwa pengalaman menahan diri dalam konfrontasi masa lalu tidak akan terulang dan Iran akan merespons secara proporsional jika ancaman dilancarkan dari pangkalan di wilayah tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.