Dampak Perluasan Penggerobak dan 'Mas JOS', Kasus Pembuangan Sampah Liar di Kota Yogya Melandai
February 03, 2026 05:01 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas pembuangan sampah liar di ruas jalan dan sudut-sudut Kota Yogyakarta diklaim mengalami penurunan signifikan. 

Kondisi tersebut tidak lepas dari masifnya program-program Pemkot Yogyakarta yang semakin memudahkan akses pembuangan limbah penduduk.

Misalnya, pengangkutan sampah rumah tangga melalui penggerobak, hingga gerakan Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah) yang dicanangkan Wali Kota Hasto Wardoyo.

Sekretaris Satpol PP Kota Yogyakarta, Herry Eko Prasetyo, menuturkan dibandingkan beberapa waktu lalu, titik-titik yang biasanya menjadi langganan tumpukan sampah kini relatif lebih kondusif.

"Sudah jarang lagi. Kalau zaman-zaman sebelumnya, mungkin penggalan trotoar, batas kota, itu menjadi lahan penempatan sampah liar. Sekarang kan lebih kondusif," katanya, Selasa (3/2/2026).

Herry pun tak menampik, bahwa penurunan ini kemungkinan besar dipicu oleh akses masyarakat yang tidak lagi mengalami kesulitan dalam membuang sampah. 

Kehadiran penggerobak yang diperbanyak di wilayah permukiman membuat warga tidak perlu mencari celah untuk sembunyi-sembunyi membuang sampah di pinggir jalan.

 "Termasuk dengan gerakan Mas JOS itu, masyarakat mulai sadar pengolahan sampah. Sekarang pemerintah juga sudah memberikan akses fasilitas untuk pengolahannya," ucapnya.

Baca juga: Langkah Pemkot Yogyakarta Tangani Tumpukan Sampah yang Menggunung di Pasar Induk Giwangan

Pengawasan di Titik Rawan

Kendati tumpukan makin menyusut, Herry menandaskan personel Satpol PP dan Satgas Limas tetap melangsungkan pengawasan dengan menyisir titik-titik rawan pembuangan liar.

Beberapa posko pengawasan di wilayah krusial pun masih disiagakan, seperti di kawasan Gembira Loka (GL) Zoo, Jalan KH. Ahmad Dahlan, hingga wilayah perbatasan kota.

"Memang bukan Satpol yang standby, tapi kita melibatkan teman-teman Satgas Limas dari wilayah setempat. Istilahnya sing 'duwe omah' lah, yang lebih hapal, begitu," ungkapnya.

Namun, ia mengakui, meski posko dikawal penuh oleh petugas, menangkap tangan pelaku pembuangan sampah liar bukan perkara mudah. 

Pasalnya, modus yang dilakukan pelanggar seringkali sangat cepat, yakni dengan melempar atau menendang kantong sampah dari atas sepeda motor sembari melaju.

"Memang kita kesulitannya karena kadang yang buang itu sampahnya ditaruh di motor, terus ditendang. Nah, itu yang membuat kita sulit menangkap, walaupun terlihat di CCTV," katanya.

"Khususnya di wilayah perbatasan kota dengan kabupaten. Jadi, ada warga luar kota yang membuang di kota. Tapi, ada juga warga kota membuangnya di luar kota," pungkas Herry. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.