BMKG Catat 21 Gempa Tektonik di Kalimantan Sepanjang Januari 2026
Rita Noor Shobah February 03, 2026 05:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Aktivitas seismik di Pulau Kalimantan sepanjang Januari 2026 menunjukkan intensitas yang cukup tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Balikpapan mencatat sebanyak 21 kejadian gempa tektonik.

Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi akibat pergeseran lempeng bumi atau patahan (sesar) lokal, berbeda dengan gempa vulkanik yang dipicu aktivitas gunung berapi.

Data pemantauan mencakup wilayah Kalimantan Selatan, Timur, Utara, dan Barat.

Baca juga: Baru Saja! Gempa Hari Ini Magnitudo 3,1 Guncang Banyuwangi, Info Terkini BMKG

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, menjelaskan bahwa rangkaian gempa tersebut didominasi oleh aktivitas sesar lokal.

Sesar adalah rekahan pada kerak bumi yang menyebabkan pergeseran batuan, dan di Kalimantan, sesar ini tersebar di sejumlah titik rawan.

“Secara statistik, frekuensi gempa pada bulan pertama tahun 2026 ini cukup fluktuatif, dengan puncak aktivitas terjadi pada pekan III dan IV di wilayah Kalimantan Barat,” tulis laporan BMKG yang dikutip Antara.

Pola Aktivitas Seismik

BMKG menilai bahwa meski intensitas gempa relatif kecil, frekuensi kejadian menunjukkan adanya dinamika tektonik yang perlu diwaspadai.

Kalimantan selama ini dikenal bukan sebagai wilayah dengan aktivitas gempa tinggi seperti Sulawesi atau Jawa, namun keberadaan sesar lokal tetap berpotensi menimbulkan guncangan.

Pentingnya Kesiapsiagaan

Rasmid menekankan bahwa masyarakat perlu memahami pola gempa sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Edukasi mengenai kesiapsiagaan, termasuk simulasi evakuasi dan pemahaman jalur aman, menjadi penting agar dampak gempa dapat diminimalisasi.

BMKG juga terus memperkuat sistem pemantauan seismik di Kalimantan untuk memberikan informasi cepat kepada masyarakat.

Baca juga: Gempa Hari Ini Magnitudo 3,3 Guncang Sukabumi Jawa Barat, Ini Data BMKG

Rangkaian gempa Kalimantan di Januari 2026 

Aktivitas kegempaan mulai terdeteksi sejak awal bulan.

Pada Sabtu (3/1/2026), Kalimantan Selatan diguncang tiga kali gempa dalam rentang waktu berdekatan.

Dua gempa terjadi di Kabupaten Balangan masing-masing pada pukul 12.18 Wita dan 12.36 Wita dengan magnitudo 2,6, sementara satu gempa lainnya mengguncang Kotabaru pada pukul 12.24 Wita dengan magnitudo 3,1.

Sehari kemudian, Minggu (4/1/2026), gempa bermagnitudo 2,7 tercatat terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada pukul 12.33 Wita.

Pekan kedua Januari

Memasuki pekan kedua, aktivitas gempa kembali berlanjut.

Getaran tercatat di Kotabaru pada Kamis (8/1/2026 ) pukul 03.51 Wita dengan magnitudo 3,1, kemudian disusul gempa di Hulu Sungai Tengah pada Jumat (9/1/2026 ) pukul 07.04 Wita dengan magnitudo 2,4.

Pada Sabtu (10/1/2026), dua wilayah kembali mengalami gempa, yakni Tabalong pada pukul 11.10 Wita bermagnitudo 2,7 dan Berau pada pukul 12.21 Wita dengan magnitudo 2,5.

Peningkatan aktivitas gempa di Kalbar

Pertengahan bulan menunjukkan peningkatan aktivitas di Kalimantan Barat.

Pada Minggu (11/1/2026), gempa terjadi di wilayah Pontianak–Mempawah pada pukul 00.35 Wita dengan magnitudo 2,7, kemudian disusul gempa di Kayong Utara pada pukul 17.23 Wita dengan magnitudo 2,2.

Puncak aktivitas gempa terjadi pada pekan ketiga Januari.

Baca juga: Beruntun! Pusat Gempa Hari Ini Jawa Timur 2 Menit yang Lalu, Info Gempa Pacitan - Bojonegoro Barusan

Pada Jumat (23/1/2026), Kabupaten Sekadau diguncang gempa utama bermagnitudo 4,8 pada pukul 15.47 Wita yang dirasakan hingga skala III–IV MMI.

Pada hari yang sama, BMKG mencatat tujuh kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 2,1 hingga 3,3.

Selain itu, satu kejadian gempa juga terjadi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada pukul 19.01 Wita dengan magnitudo 3,1.

Aktivitas seismik di Sekadau kembali berlanjut hingga akhir bulan. Pada Sabtu (31/1), gempa bermagnitudo 3,9 terjadi pada pukul 14.50 Wita dan diikuti oleh lima kali gempa susulan dengan magnitudo antara 2,2 hingga 2,7 hingga menjelang tengah malam.

BMKG mencatat, dari total 21 kejadian gempa tersebut, sebagian besar merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 50 kilometer.

Tingkat kegempaan di Kalimantan 

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa Pulau Kalimantan masih tergolong wilayah dengan tingkat kegempaan paling rendah di Indonesia.

Dwikorita Karnawati saat masih menjabat sebagai Kepala BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh minimnya jumlah sesar aktif serta letak Kalimantan yang relatif jauh dari zona tumbukan lempeng besar. 

“Meskipun di Pulau Kalimantan terdapat struktur sesar dan memiliki catatan aktivitas gempa bumi, tetapi secara umum wilayah Pulau Kalimantan masih relatif lebih aman jika dibanding daerah lain di Indonesia, seperti Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua yang memiliki catatan sejarah gempa merusak dan menimbulkan korban jiwa sangat besar,” ungkapnya (24/8/2020). 

Namun demikian, BMKG mengingatkan pentingnya penguatan mitigasi bencana, terutama di wilayah pesisir Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan yang berhadapan dengan potensi sumber gempa.

Dwikorita menekankan penataan ruang wilayah pesisir harus berbasis mitigasi.

“Tata ruang pemanfaatan daerah pesisir harus berbasis mitigasi bencana, Ini penting guna mengantisipasi bencana tsunami di pantai rawan tsunami dan tangguh menghadapi tsunami,” katanya. 

Perlunya sistem monitoring dan kesiapsigaan bencana

Sementara itu, Deputi Geofisika BMKG Mohammad Sadly menambahkan, meski relatif aman secara seismik, Kalimantan tetap memerlukan penguatan sistem monitoring dan kesiapsiagaan bencana.

“BMKG bersama Kementerian/Lembaga lain berupaya meminimalisir sekecil mungkin risiko kebencanaan di wilayah tersebut dengan menyiapkan skenario mitigasi bencana yang tepat, terpadu, dan berkesinambungan,” tutur Sadly.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.