Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sektor pariwisata Kota Bandung bergeliat sepanjang tahun 2025 karena jumlah kunjungan wisatawan dari berbagai daerah cukup tinggi.
Kondisi itu berpengaruh terhadap tingkat hunian hotel.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Bandung pada Desember 2025 tercatat 64,14 persen, angka tersebut meningkat 5,28 poin jika dibandingkan November 2025.
Menanggapi ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan capaian tersebut sebagai sinyal positif kebangkitan dan konsistensi sektor pariwisata sebagai salah satu tulang punggung ekonomi kota.
"Data BPS menunjukkan okupansi hotel di Bandung terus meningkat," ujar Farhan, Selasa (3/2/2026).
Kenaikan ini dinilai mencerminkan tingginya aktivitas kunjungan dan mobilitas wisatawan pada akhir tahun.
Untuk TPK hotel bintang mencapai 69,64 persen, sedangkan hotel non bintang tercatat 43,99 persen.
Baca juga: Lajur Jalan Bakal Menyempit Imbas Jalur Khusus BRT di Kota Bandung, Dishub Bakal Rekayasa Lalin
"Ini bukan hanya angka, tetapi gambaran nyata bahwa Bandung tetap menjadi destinasi favorit dan aktivitas ekonomi kota terus bergerak," katanya.
Kedua kategori hotel tersebut sama-sama mengalami peningkatan secara month to month, sehingga kondisi tersebut menandakan pertumbuhan yang merata di sektor perhotelan.
Menurut Farhan, peningkatan kunjungan ini adalah hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari penguatan event kota, pengembangan destinasi wisata, hingga promosi ekonomi kreatif.
Dampaknya pun dirasakan langsung oleh pelaku usaha, UMKM, dan tenaga kerja.
Selain meningkatnya tingkat hunian hotel, jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kota Bandung sepanjang Januari–Desember 2025 juga mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan data BPS, perjalanan wisnus meningkat 23,18 persen, dari 19,69 juta perjalanan pada 2024 menjadi 24,25 juta perjalanan pada 2025. Mayoritas wisatawan yang berkunjung berasal dari provinsi lain.
Baca juga: Detik-detik Pemalak Lempari Bus Wisata dengan Batu di Pangalengan, Berakhir di Dalam Jeruji Besi
Kondisi itu menunjukkan kuatnya daya tarik Kota Bandung sebagai tujuan wisata nasional. Sementara dalam peta pariwisata Jawa Barat, Kota Bandung menempati peringkat kedua sebagai daerah tujuan utama wisnus, dengan kontribusi 11,45 persen, setelah Kabupaten Bogor yang mencapai 15,04 persen.
Farhan mengatakan pemkot akan terus mendorong sektor pariwisata yang berkelanjutan, tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas layanan, kenyamanan wisatawan, dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Pariwisata harus menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. Data BPS menjadi pijakan kami untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berorientasi pada kesejahteraan warga Kota Bandung," ucapnya. (*)