Susno Duadji Ungkap Data Intelijen Presiden Prabowo soal Kebocoran Negara, Singgung Sembilan Naga
February 03, 2026 06:33 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto disebut memiliki data intelijen lengkap dan akurat mengenai kebocoran kekayaan serta anggaran negara.

Bahkan, data tersebut bersumber dari jaringan internasional yang tidak dimiliki publik.

Hal ini diungkapkan oleh Komjen Pol (Purn) Susno Duadji usai bertemu Presiden Prabowo di Kertanegara, pada Jumat (30/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Prabowo membuat para tokoh kritis terperangah dengan keterbukaan informasinya. 

Baca juga: Prabowo Temui 64 Tokoh Islam, MUI Harap Komunikasi Soal Board of Peace Terbuka

Susno menyebut Prabowo tidak hanya tahu soal isu oligarki atau ‘Sembilan Naga’, tetapi juga memiliki keberanian untuk memangkas dominasi ekonomi segelintir orang tersebut demi rakyat, meskipun risikonya sangat berat. 

Yang mengejutkan, kata Susno, Prabowo membeberkan data kebocoran negara yang angkanya menakjubkan. Kebocoran APBN disebut mencapai lebih dari 30 persen.

"Beliau punya data yang lengkap. Bahkan data beliau itu berdasarkan perhitungan dari luar negeri. Kebocoran APBN kita itu 30 persen lebih. Kalau APBN 3.000 triliun, berarti 1.000 triliun dikorup," ujar Susno menirukan perkataan Prabowo.

Data tersebut mencakup kebocoran ekspor batu bara dan sawit yang nilainya ribuan triliun. Prabowo mengaku tahu persis siapa saja pemain di balik ekspor liar tersebut.

Sebagai bukti nyata, Susno mencontohkan keberanian Prabowo menyetop tambang timah liar di Bangka Belitung.

"Siapa yang berani nyetop tambang timah di Bangka? Ada ribuan timah liar, jutaan ton diekspor liar. Dia (Prabowo) yang berani! Walaupun backing-nya orang gede semua," tegas Susno.

Pertemuan ini seolah membungkam isu bahwa Prabowo disetir oleh pihak lain. Menurut Susno, Prabowo menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang memegang kendali penuh dan tidak bisa didikte oleh siapapun, termasuk kekuatan oligarki.

Baca juga: Susno Duadji soal Board of Peace: Posisi Indonesia Bukanlah Antek Amerika

Tanya: Pak, Pak Susno kalau boleh saya tahu terkait dengan proses penegakan hukum terutama di korupsi yang diusulkan Pak Abraham Samad dan disampaikan oleh Pak Susno. Dalam kesempatan itu apa Pak?

Jawab: Ingin meningkatkan indeks korupsi kita. Karena kita kan rendah gitu, di bawah Nepal. Dan beliau (Presiden Prabowo) mempunyai data yang lengkap. Data itu berdasarkan perhitungan dari luar negeri, dari dalam negeri. Tidak seperti yang kita bayangkan, lebih besar dari itu.

Tanya: Apakah Pak Susno punya keyakinan bahwa masukan-masukan yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang diundang itu akan menjadi perhatian dari Presiden Prabowo dan staf, Pak?

Jawab: Kalau saya lihat ya bukan akan menjadi masukan, tapi telah dilaksanakan oleh beliau. Seolah-olah masukan kita yang terlambat gitu.

Hanya kita yang tidak tahu apa yang beliau sedang dan akan kerjakan. Nah, jadi mungkin perlu dikomunikasikan ke publik gitu. Termasuk ini masalah Davos ya, ya masalah Peace of Board (kemungkinan maksudnya Peace Support Operation/Dewan Perdamaian) gitu kan.

Selama ini saya beranggapan, dan mungkin yang lain beranggapan keliru. Seolah-olah kita menjadi anteknya Amerika dan Israel. Tapi setelah diuraikan secara jelas, mengapa itu terjadi dan sebagainya dan sebagainya, kita jadi ngeh gitu.

Tanya: Jadi inti dari yang bisa Pak Susno sampaikan terkait dengan Board of Peace itu apa posisi Indonesia?

Jawab: Posisi Indonesia bukanlah antek Amerika, bukanlah antek Israel. Tapi dengan masuk di situ, pertama, kedudukan Indonesia dan negara-negara, ada 6 negara Arab yang masuk ke situ itu, bukan keharusan harus tetap di situ ya. Anytime mau mundur bisa gitu langsung, gitu. Jadi mau lanjut, mau tidak lanjut bisa.

Tapi kalau menurut saya setelah diuraikan oleh beliau, sebagusnya posisi itu sangat strategis gitu masuk ke situ. Karena apa? Bisa masuk sampai dengan mengirim pasukan ke Gaza gitu kan. Sekarang kan enggak ada pasukan internasional di Gaza gitu. Tapi dengan adanya misi itu, kita bisa kirim pasukan di situ. Ada pasukan yang di sana yang akan menjaga keamanan di Gaza.

Dan juga uang-uang yang diisukan bahwa kok besar sekali uangnya. Uang itu untuk membangun Gaza! Dan beliau katakan uang itu tidak akan mempengaruhi apa-apa. Karena selama beliau jadi presiden, banyak uang yang masuk gitu dari yang kebocoran-kebocoran yang disetop itu. (Tribun Network/ Yuda).

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.