Terungkap Sudah Penyebab Mengapa Api Abadi Mrapen Bisa Padam
GH News February 03, 2026 07:09 PM
Grobogan -

Terungkap sudah penyebab mengapa Api Abadi Mrapen bisa padam. Rupanya, semburan gas alami di destinasi itu tersumbat lumpur.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah (Jateng) meninjau Api Abadi Mrapen di Grobogan yang padam sejak awal 2026. Terungkap, padamnya api abadi itu gegara saluran gasnya tertutup lumpur.

"Prinsipnya, si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu," kata Kabid Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono di lokasi Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Selasa (3/2/2026).

Sumur gas yang menyuplai api abadi itu bakal dibersihkan. Menurut Dwi, Api Abadi Mrapen tidak padam, tapi hanya tekanan gasnya yang mengecil. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sumber gas penyuplai api abadi mrapen itu masih cukup banyak.

"Bukan padam sih sebetulnya, masih ada gasnya tapi kecil. Akan kita treatment supaya lebih lancar lagi gasnya supaya kembali ke semula," ujar Dwi.

"Dari penelitian tenaga ahli, gasnya masih cukup melimpah, cukup banyak lah," sambungnya.

Dwi menerangkan, lumpur di dalam sumur gas Api Abadi Mrapen bakal dibersihkan. Ia berharap aliran gasnya sudah kembali normal pada pekan depan

"Nanti sumur (gas) itu akan di-flushing, flushing itu dibersihkan kembali supaya lumpur-lumpur yang menyumbat bisa terangkat, gasnya bisa mengalir kembali, bisa sampai ke yang di bagian belakang ini (titik api abadi)," ungkap Dwi.

"Nanti akan segera dilakukan treatment, mudah-mudahan seminggu ini bisa normal seperti sedia kala," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah bikin heboh setelah dikabarkan mati. Pengelola menduga kondisi itu terjadi karena saluran gas tertutup lumpur.

Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi mengatakan sumber api sudah mengecil sejak akhir tahun lalu. Puncaknya, api itu mati di awal tahun ini.

"Sebelumnya kita sudah laporan tanggal 28 Desember 2025 itu apinya sudah mengecil," kata Annas saat ditemui di Api Abadi Mrapen, Minggu (1/2/2026).

"Kemarin, pada 1 Januari, tepatnya itu jam 07.00 WIB saya cek ke sini, kondisinya sudah padam. Padahal, malamnya jam 23.00 WIB masih hidup," kata Annas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.