Depok (ANTARA) - Meriyati Hoegeng, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama dua pekan sebelum meninggal dunia.

"Jadi ibu dua kali dirawat di rumah sakit. Jadi satu minggu pertama itu di pertengahan Oktober 2025, sempat sehat sehingga diperbolehkan pulang, " kata salah seorang anak Hoegeng, Aditya di rumah duka Pesona Khayangan Depok, Selasa.

Dia menjelaskan bahwa setelah sempat dua hari tinggal di rumah, tetapi Meriyati sudah tidak mau makan.

"Jadi kami kesulitan sehingga dibawa kembali ke rumah sakit pada 26 Januari 2026, karena kondisi kesehatan yang terus menurun," ujarnya.

Aditya memohon doa kepada seluruh pihak atas kepulangan ibundanya.

Meriyati Roeslani Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, wafat pada Selasa pada usia 100 tahun. Meri meninggal dunia pada pukul 13.24 WIB karena sakit.

Meri Hoegeng lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, Hindia Belanda. Meri merupakan anak dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe.

Meri menikah dengan Jenderal Hoegeng pada tahun 1946 dan dikaruniai tiga orang anak.